Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sering Bad Mood Setelah Scroll Media Sosial? Ini Penyebabnya

Kota Balikpapan
3 min read
Sering Bad Mood Setelah Scroll Media Sosial? Ini Penyebabnya
Ilustrasi algoritma mempengaruhi mood(Pexel.com/Antoni Shkraba)
  • Algoritma media sosial memprioritaskan konten yang menarik interaksi, termasuk berita buruk, konflik, dan komentar negatif, yang dapat memengaruhi suasana hati serta memicu stres atau kecemasan.
  • Linimasa yang menyesuaikan preferensi pengguna berpotensi membentuk ruang gema dan mendorong perbandingan dengan gaya hidup atau pencapaian orang lain yang hanya menampilkan momen terbaik.
  • Notifikasi dan kebiasaan mengecek aplikasi terus-menerus dapat mengganggu produktivitas serta interaksi nyata; pengguna dianjurkan mengatur notifikasi, waktu penggunaan, dan konten yang diikuti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, pernahkah kamu merasa suasana hati berubah menjadi lebih buruk setelah beberapa menit scrolling? Jika iya, kemungkinan penyebabnya bukan hanya konten yang kamu lihat, tetapi juga cara algoritma media sosial bekerja.

Algoritma dirancang untuk menampilkan konten yang dianggap paling menarik bagi setiap pengguna. Tujuannya adalah membuat pengguna bertahan lebih lama di dalam aplikasi. Tanpa disadari, sistem ini juga dapat memengaruhi emosi, pola pikir, hingga kebiasaan sehari-hari.

Berikut beberapa cara algoritma media sosial dapat memengaruhi kondisi emosimu.

  1. 1. Konten Negatif Lebih Mudah Memengaruhi Suasana Hati

    Ilustrasi konsep algoritma media sosial yang memengaruhi suasana hati pengguna saat berinteraksi dengan konten digital.
    Ilustrasi algoritma mempengaruhi mood(Pexel.com/Eren)

    Algoritma cenderung menampilkan konten yang memancing perhatian dan interaksi tinggi. Sayangnya, berita buruk, konflik, atau komentar bernada negatif sering kali lebih banyak menarik respons pengguna.

    Jika terus-menerus mengonsumsi konten seperti ini, suasana hati bisa ikut terpengaruh, bahkan memicu stres atau kecemasan.

    Tips: Manfaatkan fitur mute, hide, atau unfollow pada akun yang sering membagikan konten negatif. Isi linimasa dengan konten yang lebih positif dan bermanfaat.

  2. 2. Algoritma Bisa Membatasi Cara Pandang

    Ilustrasi algoritma yang memengaruhi suasana hati pengguna saat berinteraksi dengan media sosial di ponsel.
    Ilustrasi algoritma mempengaruhi mood(Pexel.com/Lisa Fotios)

    Pernah merasa isi linimasa selalu sejalan dengan pendapatmu? Hal itu terjadi karena algoritma mempelajari kebiasaan dan preferensi pengguna, lalu menyajikan konten yang serupa.

    Di satu sisi hal ini terasa nyaman, tetapi di sisi lain dapat membuat seseorang terjebak dalam "ruang gema" (echo chamber), sehingga jarang melihat sudut pandang yang berbeda.

    Tips: Sesekali ikuti akun atau media yang menyajikan perspektif berbeda agar wawasan tetap terbuka dan lebih kritis.

  3. 3. Membandingkan degan pihak lain

    Ilustrasi tentang pengaruh algoritma terhadap mood dan suasana hati pengguna saat berinteraksi dengan konten digital.
    Ilustrasi algoritma mempengaruhi mood(Pexel.com/Ron Lach)

    Foto liburan mewah, pencapaian karier, hingga gaya hidup yang terlihat sempurna sering memenuhi media sosial. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal tersebut bisa memicu rasa minder dan membuat seseorang merasa hidupnya tertinggal.

    Padahal, sebagian besar yang ditampilkan di media sosial hanyalah momen terbaik atau highlight kehidupan seseorang.

    Tips: Fokus pada perkembangan diri sendiri. Jadikan media sosial sebagai sumber inspirasi, bukan alat untuk membandingkan diri dengan orang lain.

  4. 4. Sulit lepas dari ponsel

    Ilustrasi pengaruh algoritma terhadap suasana hati pengguna saat mengakses konten digital di media sosial.
    Ilustrasi algoritma memengaruhi mood(Pexel.com/Craig Adderley)

    Setiap notifikasi yang muncul dapat memicu rasa penasaran dan keinginan untuk segera membuka aplikasi. Kondisi ini membuat banyak orang tanpa sadar terus-menerus mengecek media sosial, meski sebenarnya tidak ada hal penting.

    Jika dibiarkan, kebiasaan tersebut dapat mengganggu produktivitas dan kualitas interaksi di dunia nyata.

    Tips: Matikan notifikasi yang tidak penting dan tentukan waktu khusus untuk membuka media sosial agar penggunaannya lebih terkontrol.

    Media sosial pada dasarnya dapat menjadi sarana hiburan, belajar, maupun berinteraksi. Namun, manfaat tersebut akan lebih terasa jika digunakan secara bijak. Dengan memahami cara kerja algoritma, kamu dapat lebih sadar dalam memilih konten yang dikonsumsi dan menjaga kesehatan mental.

    Ingat, kehidupan nyata jauh lebih penting daripada apa yang tampil di layar. Gunakan media sosial sebagai alat untuk memperkaya pengalaman, bukan sebagai sumber tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

  5. 5. Notifikasi dirancang untuk menarik emosi kamu

    Ilustrasi tentang pengaruh algoritma terhadap suasana hati seseorang saat menggunakan media sosial dan perangkat digital.
    Ilustrasi algoritma mempengaruhi mood(Pexel.com/Ron Lach)

    Media sosial pada dasarnya dapat menjadi sarana hiburan, belajar, maupun berinteraksi. Namun, manfaat tersebut akan lebih terasa jika digunakan secara bijak. Dengan memahami cara kerja algoritma, kamu dapat lebih sadar dalam memilih konten yang dikonsumsi dan menjaga kesehatan mental.

    Ingat, kehidupan nyata jauh lebih penting daripada apa yang tampil di layar. Gunakan media sosial sebagai alat untuk memperkaya pengalaman, bukan sebagai sumber tekanan dalam kehidupan sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More