Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sewa Baju Adat di Pontianak Diserbu Warga, 1.000 Helai Sudah Terpesan
Koleksi baju adat Melayu di Erna Swiss. (IDN Times/Teri).
  • Permintaan sewa pakaian adat Melayu meningkat menjelang Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak pada 23 Oktober 2026, terutama baju kurung dan Teluk Belanga untuk anak PAUD hingga TK.
  • Erna Swiss Decoration memiliki lebih dari 3.000 helai koleksi, dengan lebih dari 1.000 helai telah disewa; pakaian anak usia 3–5 tahun menjadi yang paling diminati.
  • Tarif sewa mulai Rp50 ribu, sementara pakaian Dayak sekitar Rp150 ribu termasuk aksesori; pelanggan dapat membawa pakaian tiga hingga empat hari untuk satu kali pemakaian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Permintaan penyewaan pakaian adat Melayu meningkat menjelang Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak yang diperingati pada 23 Oktober 2026. Pakaian berupa baju kurung dan Teluk Belanga, terutama untuk anak-anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Taman Kanak-kanak (TK), menjadi pilihan yang paling banyak dicari warga.

Salah satu tempat penyewaan yang mengalami peningkatan permintaan adalah Erna Swiss Decoration di Jalan Suwingyo, Pontianak. Dalam sepekan terakhir, tempat penyewaan tersebut mulai dipadati orang tua yang mencari pakaian adat untuk anak-anak mereka.

1. Warga pilih sewa, harga lebih terjangkau

Ribuan koleksi baju adat Melayu diserbu warga Pontianak. (IDN Times/Teri).

Salah seorang pelanggan, Voni, memilih menyewa baju kurung untuk anak bungsunya. Menurut dia, menyewa pakaian adat lebih praktis dan ekonomis dibandingkan membeli pakaian baru setiap tahun.

Voni mengaku telah menjadi pelanggan Erna Swiss Decoration sejak anaknya masih duduk di bangku TK. Selain bisa memilih model berbeda setiap tahun, penyewaan menjadi solusi karena ukuran tubuh anak terus bertambah seiring pertumbuhan.

“Kalau menyewa, setiap tahun bisa berganti-ganti model. Badan anak juga cepat besar, kalau beli sendiri nanti bajunya hanya itu-itu saja. Kalau menyewa, modelnya bisa berganti dan bajunya tidak menumpuk di rumah setelah selesai dipakai,” kata Voni, Rabu (21/10/2026).

Untuk biaya, Voni menyebut tarif penyewaan satu set pakaian adat lengkap dengan aksesori mencapai Rp90 ribu. Sementara itu, pakaian tanpa aksesori dibanderol Rp50 ribu.

2. Ribuan baju adat disiapkan, lebih dari 1.000 helai sudah disewa

Suasana tempat penyewaan baju adat melayu. (IDN Times/Teri).

Pemilik Erna Swiss Decoration, Edy Wahyu, mengatakan lonjakan permintaan mulai terlihat sekitar sepekan sebelum perayaan hari jadi kota. Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, pihaknya memperbarui koleksi lama sekaligus menyiapkan sejumlah model baru.

“Alhamdulillah, ramai. Baju-baju yang lama juga kami perbarui lagi dan membuat model-model baru,” ujar Edy.

Saat ini, Erna Swiss Decoration memiliki lebih dari 3.000 helai pakaian adat. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1.000 helai telah disewa pelanggan untuk berbagai keperluan menjelang Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak.

Menurut Edy, pakaian anak-anak berusia 3–5 tahun menjadi koleksi yang paling banyak diminati. Permintaan tersebut didominasi kebutuhan anak-anak PAUD dan TK untuk mengikuti rangkaian perayaan hari jadi kota.

Aktivitas penyewaan biasanya ramai sejak siang hingga sore hari, bahkan berlangsung sampai pukul 19.00 WIB. Edy menyebut peningkatan jumlah pelanggan juga terjadi setelah beredarnya surat edaran yang memperbolehkan anak-anak kembali bersekolah.

3. Sewa mulai Rp50 Ribu, bisa dibawa hingga empat hari

Orang tua serbu tempat penyewaan baju adat Melayu. (IDN Times/Teri).

Erna Swiss Decoration menyediakan sejumlah pilihan pakaian adat dengan tarif yang bervariasi. Untuk baju Teluk Belanga, harga sewa mulai Rp50 ribu per set, termasuk baju, celana, tanjak, dan kain.

Sementara itu, baju kurung dibanderol Rp60 ribu per set, termasuk baju, kain, kerudung, serta aksesori lainnya.

Selain pakaian anak-anak, tersedia pula pakaian adat untuk orang dewasa yang banyak diminati perempuan atau ibu-ibu, mulai dari peserta kursus hingga masyarakat umum.

Edy menjelaskan, biaya penyewaan dihitung berdasarkan satu kali pemakaian, bukan lamanya pakaian berada di tangan pelanggan. Dengan ketentuan tersebut, pelanggan diperbolehkan membawa pakaian selama tiga hingga empat hari selama hanya digunakan satu kali.

“Penyewaan dihitung untuk satu kali pemakaian. Kalau dibawa selama tiga atau empat hari, tidak masalah. Daripada bajunya menumpuk di belakang dan tidak digunakan,” ujarnya.

4. Pakaian adat khas Kalimantan diminati masyarakat

Sabrina Anggraini memakai baju adat suku Dayak (instagram.com/sabrinaanggraini)

Tak hanya pakaian adat Melayu, Erna Swiss Decoration juga menyediakan pakaian adat Dayak yang turut diminati masyarakat menjelang perayaan Hari Jadi Kota Pontianak.

Pakaian adat Dayak disewakan dengan tarif sekitar Rp150 ribu, termasuk aksesori seperti kalung dan perlengkapan pendukung lainnya. Edy mengatakan harga tersebut diupayakan tetap terjangkau karena pakaian adat Dayak yang disewakan merupakan hasil produksi sendiri.

Meningkatnya permintaan penyewaan pakaian adat ini menjadi salah satu tanda masyarakat mulai mempersiapkan diri menyambut Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak pada 23 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article