Udara Kutim Kembali Tak Sehat, Pembelajaran Sekolah Dialihkan Daring

- Disdikbud Kutai Timur kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh mulai Senin, 5 Oktober 2026, akibat asap karhutla yang membuat kualitas udara berpotensi membahayakan kesehatan.
- Pemantauan 21 puskesmas mencatat 299 dari 462 pengukuran, atau sekitar 64 persen, melampaui baku mutu; PM10 tertinggi di wilayah Puskesmas Telen mencapai 2.360 mikrogram per meter kubik.
- PJJ berlaku hingga pemberitahuan berikutnya dan dievaluasi berdasarkan kualitas udara serta rekomendasi Dinas Kesehatan; sekolah dan orang tua diminta menjaga pembelajaran dari rumah tetap berjalan.
Kutim, IDN Times - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring setelah kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan, PJJ mulai diberlakukan Senin (5/10/2026) hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.
Kebijakan tersebut diambil setelah hasil pemantauan Dinas Kesehatan menunjukkan kualitas udara selama tiga hari terakhir berada pada kondisi yang berpotensi membahayakan kesehatan.
“Sehubungan dengan data dari dinas kesehatan terkait kualitas udara yang selama tiga hari terakhir bisa membahayakan kesehatan, maka terhitung sejak Senin, 5 Oktober 2026 kembali diberlakukan PJJ sampai dengan pemberitahuan selanjutnya,” kata Mulyono dilaporkan Antara di Sangatta.
1. Surat edaran bagi sekolah di Kutai Timur

Ilustrasi Belajar Daring. (Dok. IDN Times) Disdikbud Kutim segera menerbitkan surat edaran sebagai tindak lanjut kebijakan tersebut. Sekolah diminta menyesuaikan kegiatan belajar dengan kondisi dan fasilitas yang tersedia agar proses pembelajaran tetap berlangsung dari rumah.
Mulyono menyebutkan, dari hasil pemantauan di 21 puskesmas, sebanyak 299 dari 462 atau sekitar 64 persen hasil pengukuran kualitas udara tercatat melampaui baku mutu.
Kondisi terburuk terpantau di wilayah kerja Puskesmas Telen. Konsentrasi partikulat PM10 di wilayah tersebut mencapai 2.360 mikrogram per meter kubik.
2. Pemberajaran online di Kutim

Titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di dalam kawasan konsesi perusahaan sepanjang Agustus 2026. Foto Walhi Kaltim Sebelumnya, mayoritas sekolah di Kutim kembali menggelar pembelajaran tatap muka sejak 29 September 2026. Namun, sekolah di Kecamatan Bengalon, Busang, dan Muara Wahau masih menerapkan PJJ karena kualitas udara belum memungkinkan untuk pembelajaran langsung.
3. Beajar online bersifat sementara

Foto udara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di deliniasi atau perbatasan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (10/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/tom. Mulyono menegaskan, penerapan PJJ bersifat sementara dan akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara serta rekomendasi Dinas Kesehatan.
Pengalihan pembelajaran ke sistem daring juga diharapkan mengurangi aktivitas siswa di luar rumah selama kualitas udara belum aman. Orang tua diminta membantu memastikan kegiatan belajar anak tetap berjalan selama kebijakan tersebut diterapkan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















