Comscore Tracker

Balikpapan Laksanakan Vaksinasi Pelajar, Berharap Oktober Selesai

Capaian rendah terkendala izin orangtua

Balikpapan, IDN Times - Vaksin untuk anak sekolah kembali dilaksanakan di Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim). Percepatan vaksinasi di kalangan pelajar dengan harapan herd immunity bisa segera terbentuk dan pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilaksanakan. 

Sebanyak 5.500 dosis Vaksin Sinovac disiapkan Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Kaltim bagi para pelajar setempat. Pelaksanaannya antara lain di SMK Negeri 2 Balikpapan, SMA Negeri 2 Balikpapan, dan SMK Bontang.

Kepala BIN Kaltim Brigjen TNI Dani Koswara mengungkapkan, kegiatan ini tujuannya untuk percepatan vaksin pelajar.

"Selain pelajar kami juga laksanakan door to door di Balikpapan dan Bontang," terangnya Senin (13/9/2021) di lokasi acara. 

1. Pelaksanaan vaksin pelajar terhubung dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference

Balikpapan Laksanakan Vaksinasi Pelajar, Berharap Oktober SelesaiProses vaksinasi COVID-19 bagi warga di Kalimantan Timur. Foto istimewa

Sejak pelaksanaan vaksinasi massal oleh BIN, lanjut dia, total ada sekitar 16 ribu vaksin yang sudah disebarkan. Termasuk juga untuk santri di pesantren, SMP, serta SMA sederajat.

Hingga kini evaluasi yang dilakukan pihaknya yakni, kerja sama instansi sangatlah mendukung. Termasuk juga dari TNI dan Polri.

"Jika kami kekurangan tenaga kesehatan, TNI Polri bisa membantu. Termasuk dinas kesehatan, Bu Dio (Kepala Dinkes Balikpapan) juga sangat membantu," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, juga dilakukan video conference bersama Presiden Joko Widodo. Menurutnya ini cara presiden meluangkan waktu. "Bersamaan vaksinasi di Jawa Tengah. Jadi Pak Presiden menyapa. Kita ada 10 Provinsi," katanya. 

Menurut dia, Balikpapan sebagai zona merah menjadi sasaran vaksinasi. Kendati kini mendapatkan prioritas, namun ia tak berbangga. Pasalnya sejumlah daerah menjadi episentrum dan memiliki kasus yang presentasenya besar. 

"Seperti Balikpapan ini, memang terlihat kasusnya kecil. Tapi presentasenya besar dibandingkan daerah lain yang lebih padat," tandasnya. 

Baca Juga: Kronologis Dosen Balikpapan Mencabuli Anak SMP di Penajam

2. Dinkes Balikpapan berharap Oktober vaksin pelajar Selesai

Balikpapan Laksanakan Vaksinasi Pelajar, Berharap Oktober SelesaiProses vaksinasi COVID-19 para pelajar di Balikpapan Kaltim. Foto istimewa

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty menambahkan, vaksinasi pelajar hingga kini mencapai 19,3 persen dengan sasaran 68.176 per 12 September. Sementara hari ini ada penambahan kembali. 

"Alhamdulillah sasaran pelajar vaksinnya dibantu smeua puskesmas. Yang mana mereka juga bergerak dari sekolah ke sekolah," beber Dio, sapaan Andi Sri Juliarty.

Apalagi Balikpapan mendapatkan sejumlah bantuan vaksin dari BIN, TNI, dan Polri. Banyak yang bergerak untuk memenuhi percepatan vaksin bagi anak sekolah. Kendati masih ada kendala dalam percepatan vaksinasi pelajar ini.

Dinkes dalam hal ini bergerak secepat-cepatnya dalam memenuhi vaksinasi untuk pelajar. Ia berharap pada Oktober nanti vaksin selesai, untuk SMP dan SMA. "Kita intinya berusaha. Kalau bisa ya di Oktober ini bisa selesai untuk SMP dan SMA," katanya.

3. Capaian sejumlah sekolah rendah karena terkendala izin orangtua

Balikpapan Laksanakan Vaksinasi Pelajar, Berharap Oktober SelesaiProses vaksinasi pelajar di Balikpapan Kalimantan Timur. (IDN Times/Hilmansyah)

Vaksin pelajar ini, diakui Dio masih terkendala di beberapa sekolah yang capaiannya masih rendah. Ini terkait belum adanya izin dari orangtua. Jadi laporan puskesmas, meskipun mereka sudah siap tapi banyak anak-anak yang belum siap," katanya. 

Dinkes Balikpapan menurut Dio, akan terus melakukan koordinasi dan pemberian pemahaman untuk orang tua dan masyarakat. Bahwasanya vaksin COVID-19 ini penting dan sangat dibutuhkan anak-anak. 

"Terutama berkaitan dengan persiapan PTM. Presiden juga sampaikan bahwa anak-anak yang sudah divaksin siap untuk PTM, selagi daerah tak lagi level 4," katanya. 

Menurut dia, masalah izin orangtua ini banyak yang berasal dari siswa sekolah keagamaan. "Ada dari MTs dan MA. Nanti sosialisasi akan dilakukan puskesmas melalui zoom kepada orangtua. Guru-guru maupun pihak sekolah sebenarnya sudah mendukung. Tak ada masalah. Tinggal izin dari orangtua saja," ujarnya.

Baca Juga: Bandara Sepinggan Balikpapan Raih Best Airports se Asia Pacific 

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya