Comscore Tracker

Sosok AKBP Hendy yang Bongkar Praktik Tambang Emas Ilegal di Kaltara

Masuk nominasi Hoegeng Awards 2022..

Balikpapan, IDN Times - Nama Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hendy Febrianto Kurniawan, Direktur Kriminal Khusus Polda Kalimantan Utara (Kaltara), kian melejit, usai dengan berani mengungkap kasus tambang emas ilegal di Sekatak Bulungan. Kasus pertambangan liar yang sudah bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat di Kaltara, hingga baru-baru dibongkar.

Polisi membekuk pelaku utamanya, oknum polisi Brigadir Satu Hasbudi yang merupakan orang "kuat" di belakang sejumlah aksi kriminal dari penyelundupan pertambangan liar, penyelundupan, hingga kasus pemukulan jurnalis setempat.  Hingga mendaratkannya pada mafia besar yang bergumul di belakang kasus-kasus itu.

Aksinya tersebut membawa harapan bagi masyarakat Kaltara, yang sekian lama dibuat resah atas segala tindak kejahatan tersebut. Sosok Hendy pun disebut sebagai polisi pemberani, hingga namanya diusulkan masyarakat dalam Hoegeng Award 2022 atau nominasi apresiasi polisi teladan yang digelar Polri.

“Ini di luar ekspektasi saya. Karena setiap saya diberikan kepercayaan suatu jabatan oleh pimpinan, saya selalu berpikir untuk melaksanakannya sebaik mungkin,” ujarnya.

Baginya, ia meneruskan, dengan jabatan itu dirinya pun bertekad harus ada tindakan nyata atas kehadirannya di tengah masyarakat. Tak hanya sebatas riwayat jabatan.

1. Prestasi ungkap perampokan Pulomas

Sosok AKBP Hendy yang Bongkar Praktik Tambang Emas Ilegal di KaltaraKasus perampokan sadis Pulomas, Jakarta Timur (dok. Istimewa)

Namun, bukan ini saja kasus besar yang telah diungkapnya. Pria yang lahir pada 16 Februari 1979 juga memiliki sederet prestasi lainnya dalam bidang reserse. 

Ia sempat mengemban tugas sebagai Kasubdit Jatanras Polda Metropolitan Jakarta Raya. Tragedi perampokan sadis rumah mewah di Pulomas, Jakarta Timur itu menjadi saksi atas tindakan cepat ia bersama jajarannya membereskan kasus tersebut.

“Empat pelaku dalam kejadian itu berhasil kami amankan dalam waktu tidak lebih dari 24 jam,” tuturnya.

Tentunya langkah mereka tak lepas, bagaimana mereka menekankan diri agar cepat dan tepat dalam mengungkapkan suatu perkara atau kejahatan jalanan.

“Karena setiap korban dan masyarakat menaruh harapan besar,” imbuhnya.

Atas terungkapnya kasus ini, sekitar sebanyak 87 anggota kepolisian mendapat penghargaan dari Kapolri, termasuk Hendy.

Baca Juga: Oknum Polisi "Kuat" di Tarakan Dibekuk Polda Kaltara

2. Terkenal dengan jargon "tembak kaki atau tembak mati"

Sosok AKBP Hendy yang Bongkar Praktik Tambang Emas Ilegal di KaltaraPolisi saat mengungkap kasus perampokan sadis Pulomas, Jakarta Timur (dok.istimewa)

Tak lama berselang Hendy pun diberi kepercayaan memegang tonggak kepemimpinan Polres Karawang pada tahun 2018. Di sini dirinya kembali menunjukkan prestasi yang membanggakan. 

Dalam kurun waktu 4 bulan, mantan penyidik muda KPK ini berhasil melumpuhkan puluhan begal sadis yang kerap menghantui masyarakat di kota Pangkal Perjuangan itu.

Dengan jargon terkenalnya, "tembak mati atau tembak kaki" sebanyak 16 pelaku begal sadis ditembak mati dan 10 begal diberi hadiah timah panas di kaki karena melawan saat akan diamankan petugas.

“Jadi saat itu memang saya atensikan jajaran, masyarakat butuh polisi yang melindungi dan mengayomi masyarakat. Maka bagi yang melukai masyarakat pilihannya hanya dua tembak kaki atau mati,” kata dia.

Tentunya dalam pelaksanaannya, Hendy mendorong jajarannya untuk menangani delapan kasus kejahatan jalanan setiap harinya. Untuk menggenjot semangat anggotanya, bahkan ia pernah menjanjikan anggotanya hadiah uang tunai jika bisa melumpuhkan pelaku kejahatan sadis sebagai bentuk apresiasi.

Dan apa yang dilakukan Hendy justru mendapat apresiasi besar dari masyarakat. Karena tindak tegas terukurnya, Karawang pernah berada pada status aman dengan tingkat kejahatan jalanan menurun hingga nol persen.

3. 14 hari menjabat Dirkrimsus Kaltara, berhasil tangkap bos mafia tambang di Sekatak

Sosok AKBP Hendy yang Bongkar Praktik Tambang Emas Ilegal di KaltaraTambang emas ilegal milik oknum polisi Briptu Hasbudi (istimewa)

Lagi-lagi, Hendy kembali mencuri perhatian masyarakat karena tindakannya mengungkap mafia besar dengan kasus ilegal di tanah Banuanta. Tak butuh waktu lama, hanya dalam 14 hari ia berhasil menjebloskan bos mafia besar di sana ke penjara. 

Satu hari pasca dilantik, dirinya langsung mendapat arahan dari Kapolda Kaltara untuk memberantas kasus ilegal mining di Sekatak, yang mana sudah menjadi perhatian DPR RI.  

“Kapolda menekankan, Kaltara berbatasan langsung dengan Malaysia sehingga potensi pintu masuk penyelundupan barang-barang ilegal tertentu dan narkoba,” tambahnya.

Dirinya pun mempelajari kasus tersebut dan menemukan banyak fakta mengejutkan, di mana sampai pada lingkup Polda Kaltara pun sudah terkontaminasi dengan sangkut-paut pengusaha bisnis ilegal.

“Sehingga data awal saya kerjakan dan analisa sendiri kemudian saya laporkan ke Kapolda dan beliau pun membentuk tim khusus untuk membantu saya mengungkap perkara-perkara besar ini secara maksimal dan senyap,” jelasnya.

4. Tak khawatir mengungkap kasus di Kaltara

Sosok AKBP Hendy yang Bongkar Praktik Tambang Emas Ilegal di KaltaraBriptu Hasbudi saat diamankan Krimsus Polda Kaltara di Bandara (Istimewa)

Untunglah, sejauh ini tak ada hambatan apa pun yang dirasakannya. Dukungan Kapolda Kaltara dan tim kerjanya menjadikan pengungkapan kasus besar di sana lebih mudah dan lancar.

“Tapi itu semua tidak lepas dari leadership Pak Kapolda dan team work yang luar biasa, kebetulan saja saya yang tampil di depan,” ucap pria yang 1 Juni 2022 nanti telah menyandang pangkat Komisaris Besar Polisi itu.

Hal ini pula yang membuat dirinya lebih percaya diri dan tak khawatir mengungkap kasus ini. Bahkan agar masyarakat semua tahu, dia pun menunjukkan proses pengungkapan perkara ini kepada masyarakat. Sebagai bentuk transparansi polisi dalam mengumumkan "perang terbuka" dalam menghadapi mafia ilegal mining tersebut. 

Baca Juga: Modus Licin Briptu Hasbudi agar Lolos Selundupkan Barang Ilegal 

Topic:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya