KLHK Ungkap Arti Pohon dalam Meningkatkan Daya Dukung Alam

Meningkatkan semangat menanam pohon

Penajam, IDN Times - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyatakan keberadaan pohon dapat meningkatkan daya dukung alam dari berbagai sisi, sehingga pihaknya terus membangkitkan semangat masyarakat untuk menanam dan memelihara pohon.

"Keberadaan pohon dapat meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi bencana, ketahanan pangan, energi, dan untuk kesejahteraan seluruh makhluk hidup," kata Staf Khusus Menteri LHK Taruna Jaya diberitakan Antara di Penajam, Rabu (6/12/2023).

1. Pohon endemik sesuai dengan lingkungan setempat

KLHK Ungkap Arti Pohon dalam Meningkatkan Daya Dukung AlamPresiden Joko Widodo didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, meninjau Persemaian Mentawir di Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Senin (14/3/2022). (Dok .KLHK)

Sedangkan dalam pembibitan, pihaknya mengutamakan pohon endemik atau pohon yang sesuai dengan lingkungan setempat.

"Untuk itu pembibitan pohon di Persemaian Mentawir Ibu Kota Nusantara (IKN) juga mengutamakan kayu-kayuan endemik, baik pohon peneduh maupun pohon buah lokal. Meski ada pohon buah produktif lain, tapi jumlahnya lebih sedikit," katanya.

Hal itu dikemukakannya saat melakukan penanaman pohon di Serambi Nusantara, Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kegiatan itu dilatarbelakangi semangat memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) pada Desember 2023.

Baca Juga: Pj Bupati PPU Dilarang Memutasi para Pegawai ASN

2. Kegiatan ini berjalan dari tahun ke tahun

KLHK Ungkap Arti Pohon dalam Meningkatkan Daya Dukung AlamSeorang mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes) menanam bibit pohon hasil kolaborasi bersama Djarum Foundation. (IDN Times/Dok Humas Unnes)

Kegiatan semacam ini telah berjalan dari tahun ke tahun, kata dia, dengan tujuan membangkitkan semangat, motivasi, dan membudayakan tanam dan memelihara pohon.

"Saat ini kita menghadapi perubahan iklim di tingkat lokal, regional, maupun global. Ini terjadi antara lain dipicu oleh peningkatan emisi gas rumah kaca yang bersumber dari peningkatan industri berbahan bakar fosil, tutupan lahan hijau berupa pohon yang semakin menyusut, dan kebakaran hutan maupun lahan," katanya.

Kondisi tersebut, menurutnya, mengakibatkan permasalahan perubahan iklim dengan berbagai ancaman kehidupan antara lain perubahan pola curah hujan dan anomali iklim ekstrem seperti peningkatan El-Nino atau La-Nina.

3. Peningkatan tinggi permukaan air laut

KLHK Ungkap Arti Pohon dalam Meningkatkan Daya Dukung AlamANTARA FOTO/Ampelsa

Kemudian peningkatan tinggi permukaan air laut dan hilangnya daratan, masalah produktivitas tanaman pangan, masalah bencana alam seperti kekeringan, banjir, dan angin, kemudian penurunan keanekaragaman hayati, serta risiko terhadap kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan bagi masyarakat.

"Di sisi lain kita sebagai bangsa Indonesia sedang bergerak berjuang menuju Indonesia Emas 2045, sehingga dibutuhkan fondasi kuat terkait perlindungan dan perubahan iklim," katanya.

Baca Juga: Wali Kota Balikpapan Minta Jajarannya Netral selama Pemilu 2024

Topik:

  • Sri Wibisono

Berita Terkini Lainnya