Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kadu Monteiro Bersinar, Borneo FC Bawa Pulang Satu Poin dari Tailan
Ilustrasi Kadu Monteiro (merah muda) saat menjaga gawangnya. (Instagram.com/baliunitedfc)
  • Borneo FC Samarinda membuka ASEAN Club Championship 2026/27 dengan hasil imbang 0-0 melawan Buriram United di Chang Arena, Thailand, Rabu malam.
  • Pelatih Mauro Jeronimo menilai Kadu Monteiro tampil solid dan tenang, terutama dalam mengantisipasi umpan silang, bola mati, serta serangan ke tiang kedua.
  • Kadu juga membantu Borneo membangun serangan dari belakang; 14 tendangan gawang tim tidak menghasilkan situasi berbahaya bagi pertahanan Pesut Etam.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buriram, IDN Times - Borneo FC Samarinda mengawali kiprahnya di ASEAN Club Championship 2026/27 dengan hasil positif. Bertandang ke markas Buriram United, Tailan, Pesut Etam berhasil membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 0-0 di Chang Arena, Rabu (7/10/2026) malam.

Pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo memberikan apresiasi khusus kepada Kadu Monteiro yang tampil solid di bawah mistar. Penjaga gawang tersebut dinilai menjadi salah satu kunci keberhasilan Borneo FC meredam tekanan tuan rumah sepanjang pertandingan.

"Ya, dia tampil sangat bagus, begitu juga dengan pemain lini belakang. Dia sangat tenang dan mampu mengontrol area tiang kedua dengan baik," ujar Mauro dikutip dari Ileague.id.

1. Persiapan Borneo hadapi Buriram United

Pesepak bola Borneo FC Juan Felipe Villa (kiri) bersama Marcos Emanuel Astina (kanan) melakukan selebrasi seusai mencetak gol ke gawang Bali United pada pertandingan Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/kye

Menurut Mauro, tim pelatih Borneo FC telah mengantisipasi pola serangan Buriram United yang kerap mengandalkan bola mati dan umpan silang untuk mencari celah di tiang jauh.

Kondisi tersebut membuat peran Kadu semakin penting. Dengan mayoritas pemain Borneo FC memiliki postur di bawah 175 sentimeter, kecuali dua bek tengah, Kadu dituntut mampu mengantisipasi bola-bola udara yang diarahkan ke area pertahanan.

"Kami tahu Buriram biasanya merupakan tim yang banyak menyerang di tiang kedua melalui umpan silang, tendangan bebas, maupun sepak pojok. Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik," kata Mauro.

2. Kiprah Kiper Borneo FC hadang permainan Buriram

Kadu Monteira, Kiper Borneo FC. IG_kadum_oficial_41

Tak hanya dalam bertahan, Kadu juga mendapat pujian atas kontribusinya dalam membangun serangan dari lini belakang. Borneo FC berusaha tetap mengalirkan bola melalui kaki pemain belakang untuk keluar dari tekanan lawan dan tidak sekadar mengandalkan umpan panjang.

3. Hasil pertandingan Borneo FC di Tailan

Kadu Monteira, Kiper Borneo FC. IG_kadum_oficial_41

Strategi tersebut dinilai Mauro berjalan efektif. Dari 14 tendangan gawang yang dilakukan Borneo FC, tidak ada yang berujung pada situasi berbahaya bagi pertahanan Pesut Etam.

"Dari 14 tendangan gawang tersebut, Buriram tidak menciptakan situasi berbahaya. Jadi, kami tidak benar-benar kehilangan bola yang kemudian berujung menjadi peluang atau gol. Itu hal yang positif dan saya senang dengan penampilannya," ujar Mauro.

Curated For You

Editorial Team

Related Article