TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Informasi saat Mengunjungi Museum Batiwakkal

Wisata sejarah berada di Kabupaten Berau

digitalcollections.universiteitleiden.nl/KITLV Leiden

Berau, IDN Times - Kehidupan sekarang memang tidak terlepas dari adanya sejarah masa lalu. Seperti halnya keberadaan Museum Batiwakkal yang sudah ada sejak tahun 90-an. Kesultanan Gunung Tabur merupakan kerajaan hasil dari pemecahan Kesultanan Berau. Yakni Berau dilakukan pemecahan menjadi dua bagian yaitu Sambaliung dan juga Kesultanan Gunung Tabur sekitar tahun 1810. 

Hingga sekarang ini keberadaan keraton dialih fungsikan menjadi Museum Batiwakkal. Sehingga cerita histori masa lalu tidak hilang begitu saja. Menarik lho bisa jadi pilihan kalian. 

Baca Juga: Peninggalan Sejarah Kesultanan Sambaliung di Berau

1. Rute ke Museum Batiwakkal

Untuk menuju ke lokasi museum yang berada di pinggiran pantai ini akan memakan waktu kurang lebih 40 menit dari Kabupaten Berau. Kamu bisa menggunakan kendaraan mobil ataupun sepeda motor.  Museum yang banyak menyimpan peninggalan sejarah ini berada di Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim). Lokasinya mudah ditemukan untuk kamu yang ingin datang melihat peninggalan sejarah di museum.

Museum mempunyai peranan yang sangat penting dalam menyimpan sejarah masa lalu. Sehingga dapat dijadikan pembelajaran untuk generasi sekarang ini. Museum yang dibuat secara khusus oleh Aji Putri Nurhayati, Aji Putri Kannik Berau Sanipah, Aji Putri Nural Aini serta Aji Iskandar Ayoeb. Museum diresmikan pada tahun 1992 yang menempati Keraton Kesultanan Gunung Tabur.

Pembangunan keraton sendiri sudah sangat lama sejak 1830. Tepat pada bulan April 1945 Keraton Kesultanan Gunung Tabur mengalami kehancuran karena dibom oleh tentara sekutu.

2. Koleksi Museum Batiwakkal

Museum dari peninggalan sejarah ini menyimpan banyak koleksi yang mana dulunya pernah digunakan oleh keluarga kerajaan. Seperti singgasananya yang masih lengkap serta adanya dispenser keramik dan timbangan bayi. Di dalam museum juga ada meriam kuno, pakaian kebesaran raja, senapan, kursi rapat, meja rapat, pernak-pernik, kamar ganti wanita dan yang lainnya. Semua peninggalan itu tersimpan rapi di dalam ruangan pada bangunan utama.

Pada bagian bangunan utama museum dulunya sempat hancur tahun 1945 dan kemudian dilakukan renovasi lagi tahun 1990. Hingga pada akhirnya dibuka untuk umum sebagai museum tahun 1992. Sampai sekarang keberadaan museum masih tetap ramai kunjungan dari berbagai wisatawan. Selain itu keaslian dari museum tetap dijaga dengan baik beserta peninggalan yang tersimpan di dalamnya.

Baca Juga: Ini Daftar Raja-Raja Kesultanan Berau

Berita Terkini Lainnya