Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Tingkatkan Pemasaran, Pelaku UMKM di IKN Dilatih Digitalisasi

Peserta workshop IKN Digital Community di Loa Janan saat praktek pemasaran secara live melalui medsos, Rabu 30/4/2025 (IDN Times/Ervan)
Peserta workshop IKN Digital Community di Loa Janan saat praktek pemasaran secara live melalui medsos, Rabu 30/4/2025 (IDN Times/Ervan)

Kutai Kartanegara, IDN Times - Guna memasarkan produk, ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di enam Kecamatan di delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur (Kaltim), dibekali ilmu digitalisasi dalam program workshop IKN Digital Community.

Kegiatan digagas Otorita IKN melalui Direktorat Pemberdayaan Masyarakat Kedeputian Bidang Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat (SBPM) bekerjasama dengan sejumlah perusahaan swasta, digelar di enam kecamatan, yakni satu di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan lima kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (kukar).        

“Kegiatan ini adalah bagian tugas Otorita IKN untuk mengangkat masyarakat pelaku UMKM di Nusantara, dalam rangka upgrading, meningkatkan kemampuan, skill dan lain-lain dalam rangka peningkatan kesejahteraan hidup, peningkatan ekonomi, dan peningkatan yang lain,” ujar Deputi Bidang SBPM, Alimuddin kepada IDN Times usai membuka kegiatan di Kecamatan Samboja Barat, Kamis (1/5/2025). 

1. Ingin warganya jadi pemain di wilayah sendiri

Deputi Alimuddin ketika membuka workshop IKN Digital Community di Kecamatan Samboja Barat Kamis 1/5/2025 (IDN Times/Ervan)
Deputi Alimuddin ketika membuka workshop IKN Digital Community di Kecamatan Samboja Barat Kamis 1/5/2025 (IDN Times/Ervan)

Ia mengungkapkan, Otorita IKN ingin warganya jadi pemain di wilayahnya sendiri, karena para pelaku UMKM ini harus diberikan dan dibekali ilmu dalam segala hal, dari produk, pengemasan, lain-lain sampai dengan marketing. Kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di Kecamatan Loa Janan pada Selasa (29/4/2025) hingga Rabu (30/4/2025) kemarin.

“Ini harus berkelanjutan dan mudah-mudahan ke depan produk-produk yang mereka miliki juga dapat dipasarkan. Ketika mereka ada produk UMKM mungkin mereka bisa kita tawarkan untuk memasarkan di dalam IKN, apalagi disana sudah banyak tenan-tenan,” tuturnya.

Selain di IKN, tambahnya, hasil UMKM ini bisa ditawarkan kepada sejumlah perusahaan yang besar bukan hanya ke pemerintah, jadi satu kewajiban jika produk UMKM lokal itu di beli.

“Tapi persoalannya kita juga harus memberikan jaminan yang standar, kalau ini sudah terpenuhi saya pikir lebih baik kita mengambil produk-produk lokal,” sebut Alimuddin.

2. Sedang rumuskan paket pelatihan

Seorang narasumber berikan materi IKN Digital Community di Kecamatan Samboja Barat, Kamis 1/5/2025 (IDN Times/Ervan)
Seorang narasumber berikan materi IKN Digital Community di Kecamatan Samboja Barat, Kamis 1/5/2025 (IDN Times/Ervan)

Kegiatan ini, jelasnya, dilaksanakan secara bertahap di enam kecamatan di delineasi IKN. yakni di Kecamatan Loa Janan, Semboja Barat, Samboja, Muara Jawa dan Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kukar dan Kecamatan Sepaku di PPU.

"Oleh karenanya peserta workshop yang masing-masing memiliki bidang usaha ini diharapkan membagi ilmu yang didapatkan kepada pelaku UMKM lainnya," pintanya.

Alimuddin menegaskan, pihaknya tentu nanti memberikan sebuah pelatihan dan kini sedang dirumuskan paket-paket pelatihan apa yang harus diberikan kepada mereka. Termasuk pendampingan-pendampingan seperti apa yang harus diberikan kepada mereka, supaya pelatihan ini tidak sia-sia.

Pihaknya ingin melalui pelatihan atau workshop seperti ini, membawa hasil akhir yang baik bagi pelaku UMKM sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, terkait dukungan dari swasta, dirinya mengucapkan terima kasih kepada perusahaan swasta yang memberikan tanggung jawab sosial kepada UMKM.

“Saya pikir itu kewajiban bagi mereka dan kita banyak tahu bahwa kebanyakan yang didampingi, dibimbing oleh swasta-swasta itu justru itu yang jauh lebih. Karena mereka tidak ada kepentingan-kepentingan tertentu dalam proses pembinaan masyarakat,” tegas Alimuddin.

3. Tegaskan pembangunan IKN bukan hanya gedung megah

Peserta workshop IKN Digital Community di Kecamatan Loa Janan dan Samboja Barat(IDN Times/Ervan)
Peserta workshop IKN Digital Community di Kecamatan Loa Janan dan Samboja Barat(IDN Times/Ervan)

Ditegaskannya, pembangunan IKN bukan hanya tentang membangun gedung-gedung megah atau infrastruktur canggih. Karena IKN  adalah proyek peradaban, sebuah visi besar untuk mewujudkan kota masa depan, Smart Forest City yang memadukan teknologi, keberlanjutan lingkungan, serta kekuatan sosial dan ekonomi masyarakatnya.

Dalam visi itu, menurutnya, pelaku UMKM memiliki posisi sangat strategis. UMKM adalah fondasi ekonomi lokal. Mereka adalah penggerak utama lapangan kerja, penguatan komunitas, dan pengembangan inovasi berbasis kebutuhan nyata masyarakat.

“Namun kita juga harus jujur mengakui, tantangan di era sekarang tidaklah ringan. Transformasi digital telah menjadi keniscayaan, sehingga memasarkan produk secara digital, membangun brand di platform online, guna menjangkau konsumen lintas wilayah faktor penting yang menentukan daya saing usaha,” ucapnya.

4. Diikuti total 300 orang peserta

Direktur Conrita Ermanto berikan arahan ke peserta workshop IKN Digital Community di Kecamatan Loa Janan (IDN Times/Ervan)
Direktur Conrita Ermanto berikan arahan ke peserta workshop IKN Digital Community di Kecamatan Loa Janan (IDN Times/Ervan)

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Masyarakat, Conrita Ermanto dalam laporannya mengatakan, jumlah total sebanyak 300 orang masing-masing kecamatan diwakili 50 peserta. Dilaksanakan selama 12 hari dan per kecamatan dua hari kegiatan, di luar Minggu dan Sabtu, digelar sejak Selasa (29/4/2025) hingga Rabu (14/5/2025) depan di Kecamatan Muara Jawa. 

Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong transformasi digital UMKM sehingga mereka dapat lebih kompetitif, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan efisiensi dan profitabilitas usaha melalui pemanfaatan platform digital. Kegiatan terdiri dari teori, praktik, serta studi kasus yang relevan dengan kondisi dan kebutuhan UMKM lokal.

"Untuk diketahui, khusus di Kecamatan Loa Janan peserta workshop merupakan binaan dari Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kecamatan Loa Janan didukung oleh sejumlah perusahaan di wilayah itu,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Ervan Masbanjar
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us