Aliansi Kalsel Melawan Gelar Demo Besar-besaran Senin Nanti

- Massa Aliansi Kalsel Melawan akan gelar aksi besar-besaran pada Senin, 1 September 2025, di depan Gedung DPRD Provinsi Kalsel.
- Aksi melibatkan empat elemen massa dan menyuarakan isu nasional dan lokal.
- Meminta Ketua DPRD Kalsel Supian HK hadir menghadapi massa.
- Terdapat lima tuntutan utama yang akan disampaikan dalam aksi tersebut, termasuk reformasi DPR dan Polri serta penolakan penetapan Taman Nasional Meratus.
Banjarmasin, IDN Times - Menyusul aksi demo yang terjadi di berbagai daerah, massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kalsel Melawan memastikan akan menggelar aksi besar-besaran pada Senin, 1 September 2025, pukul 09.00 Wita. Aksi akan digelar di depan Gedung DPRD Provinsi Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin.
"Kami menyatakan sikap. Kami tidak akan tunduk pada kesewenang-wenangan, kami tidak akan tinggal diam atas ketidakadilan," ucap Rizki, Koordinator Wilayah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalsel, mengutip dari siaran pers Aliansi Kalsel Melawan, Sabtu (30/8/2025).
1. Empat elemen massa

Aliansi Kalsel Melawan ini akan lebih dulu berkumpul di Taman Kamboja, Jalan Anang Adenansi, sebelum bergerak menuju titik aksi.
Rizki mengatakan, aksi ini melibatkan empat elemen massa, yaitu mahasiswa, pengemudi ojek online (ojol), buruh, serta masyarakat secara umum.
2. Suarakan isu nasional dan lokal

Dalam aksi tersebut, Aliansi Masyarakat Kalsel Melawan bakal menyuarakan isu nasional dan lokal, di antaranya soal gaji dan tunjangan anggota dewan agar diturunkan sesuai dengan kondisi keuangan negara.
Adapun isu lokal yang diangkat seperti penolakan rencana penetapan Taman Nasional Meratus yang dinilai dapat mengancam masyarakat adat. Aliansi juga menuntut penghentian monopoli batu bara, penyelesaian konflik agraria perkebunan sawit, dan berbagai persoalan masyarakat di Kalsel.
Rizki menegaskan, pihaknya ingin nantinya Ketua DPRD Kalsel hadir menemui massa. "Kami menolak negosiasi jika tidak dihadiri Ketua DPRD Kalsel, Supian HK," tegas Rizki.
3. Lima tuntutan utama

Ada lima tuntutan utama yang akan mereka sampaikan dalam aksi pada Senin, 1 September 2025, di Banjarmasin:
Reformasi DPR: efisiensi gaji dan tunjangan DPR disesuaikan dengan kondisi fiskal negara serta transparansi penggunaan dana. Menuntut kehadiran Ketua DPRD Provinsi Kalsel, Supian HK, tanpa perwakilan.
Reformasi Polri: revisi UU Polri, hentikan tindakan represif aparat, dan menuntut Kapolri mundur bila tak berkomitmen.
Usut tuntas dan tuntut pertanggungjawaban atas kasus meninggalnya Affan Kurniawan.
Tolak penetapan Taman Nasional Meratus, monopoli batu bara, dan selesaikan konflik agraria sawit yang merugikan masyarakat Kalsel.
Segera sahkan RUU Perampasan Aset dan RUU Perlindungan Masyarakat Adat.