Sekolah tatap muka digelar usai 2 bulan kabut asap. (IDN Times/Teri).
Tak hanya waktu belajar yang dipangkas, aktivitas di luar kelas juga untuk sementara dihentikan. Pelajaran olahraga, kegiatan ekstrakurikuler, hingga upacara sekolah ditiadakan. Siswa juga diminta tidak berlama-lama berada di luar ruang kelas.
“Selama pembelajaran yang kita laksanakan mulai hari ini, kegiatan di luar kelas seperti olahraga dan kegiatan lainnya ditiadakan untuk sementara waktu,” jelasnya.
Bahkan, sejak tiba di sekolah, siswa diarahkan langsung menuju ruang kelas. Sejumlah titik yang biasanya menjadi tempat siswa berkumpul sebelum pembelajaran turut dibatasi.
“Anak-anak langsung masuk ke kelas. Termasuk titik-titik tempat mereka biasanya berkumpul sebelum masuk kelas, semuanya kita batasi hari ini,” kata Rahmat.
Untuk mendukung kondisi kesehatan siswa, sekolah juga telah menyampaikan imbauan kepada orang tua melalui grup wali kelas.
Siswa diminta membawa masker dan air putih dari rumah. Kondisi kesehatan siswa juga dipantau selama mengikuti pembelajaran tatap muka.
“Anak-anak yang hari ini masuk sudah dalam keadaan siap menghadapi kondisi ini. Pembelajaran tetap terlaksana, sementara kesehatan juga kita pantau semaksimal mungkin agar tetap terjaga,” ujarnya.
Rahmat menyebut pelaksanaan hari pertama pembelajaran tatap muka berjalan tanpa kendala berarti. Guru dan siswa mulai kembali beradaptasi dengan suasana sekolah setelah cukup lama menjalani pembelajaran dari rumah.
Meski demikian, sekolah masih menunggu kondisi udara benar-benar kembali normal sebelum menghapus berbagai pembatasan.
“Termasuk upacara, jadi aktivitas apa pun yang dilakukan di luar ruangan, termasuk upacara, hari ini kita tiadakan,” sebutnya.
Untuk sementara, ruang kelas menjadi tempat utama berlangsungnya aktivitas sekolah.