Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Udara Pontianak Membaik, Sekolah di Pontianak Kembali Tatap Muka Senin
Siswa di Pontianak memakai masker saat kabut asap. (IDN Times/istimewa).
  • Sekolah di Pontianak direncanakan kembali menggelar pembelajaran tatap muka mulai Senin, 28 September 2026, seiring kualitas udara yang membaik.

  • Pemkot meminta sekolah mengutamakan kesehatan melalui masker, pembatasan aktivitas luar ruangan, dan pengaturan jam belajar bila kualitas udara menurun.

  • Hujan mengurangi kabut asap dari karhutla, tetapi kualitas udara masih sangat tidak sehat dan dapat berfluktuasi karena kebakaran di sejumlah wilayah Kalbar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Seiring membaiknya kualitas udara di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah direncanakan kembali digelar mulai Senin, 28 September 2026.

Pemerintah Kota Pontianak tetap meminta satuan pendidikan mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan dengan sejumlah penyesuaian, terutama jika kondisi kualitas udara kembali memburuk.

“Pendidikan, Senin masuk saya rasa. Kalau misalnya nanti hari Minggu atau kondisi parah, minimal kelas 6. Kalau kita kan SD, SMP, kelas 6 dan kelas 9. Terus yang lainnya nanti kita atur jamnya,” ujar Edi, Sabtu (26/9/2026).

1. Wajib gunakan masker hingga batasi aktivitas outdoor

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. (IDN Times/Teri).

Menurutnya, kondisi kualitas udara akan tetap menjadi perhatian pemerintah dalam menentukan pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah.

Jika terjadi penurunan kualitas udara, pembelajaran dapat disesuaikan, khususnya bagi siswa yang berada pada jenjang kelas tertentu.

Edi menegaskan, penerapan protokol kesehatan tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Sekolah juga diharapkan melakukan sejumlah penyesuaian untuk mengurangi paparan terhadap kondisi udara yang kurang baik.

“Tapi mudah-mudahan dengan adaptasi yang sekarang ini, kita harapkan tetap mengutamakan kesehatan. Dengan masker misalnya, mengurangi kegiatan olahraga di outdoor, di luar, jam belajarnya, nanti diatur,” katanya.

2. Pemkot tetap pantau kualitas udara secara fluktuatif

Suasana kabut asap di Pontianak masuk kategori berbahaya. (IDN Times/Teri).

Dengan membaiknya kualitas udara, pemerintah berharap aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan secara bertahap.

Namun, pemantauan kondisi udara tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kegiatan belajar mengajar tidak mengabaikan faktor kesehatan siswa dan tenaga pendidik.

Pemerintah Kota Pontianak juga membuka kemungkinan melakukan penyesuaian apabila kondisi kualitas udara kembali mengalami penurunan pada Minggu atau saat pembelajaran tatap muka mulai berlangsung.

3. Kualitas udara menurun

Suasana sehabis hujan di Pontianak. (IDN Times/Teri).

Dalam beberapa hari terakhir, Kota Pontianak dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Hujan jadi salah satu penyebab berkurangnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalbar.

Dengan turunnya hujan, kualitas udara di Pontianak yang sebelumnya berada pada posisi berbahaya, kini berangsur menurun yakni kategori sangat tidak sehat.

Namun secara fluktuatif, kabut asap masih bisa meningkat karena sejumlah wilayah di Kalbar masih terbakar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article