Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Yayasan di Balikpapan yang Diduga Selewengkan Donasi akan Dilaporkan

Yayasan di Balikpapan yang Diduga Selewengkan Donasi akan Dilaporkan
Ilustrasi lapor polisi. (IDN Times/ Agung Sedana)

Balikpapan, IDN Times - Dugaan penyelewengan dana donasi untuk Palestina senilai Rp5,6 miliar, yang diduga dilakukan Yayasan D di Kota Balikpapan akan dilaporkan ke kepolisian dalam waktu dekat. Mantan karyawan Yayasan D berinisial ES mengatakan bahwa pihaknya tengah mengumpulkan bukti-bukti agar laporan bisa diproses di kepolisian.

Sebelumnya, Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan sudah berupaya melakukan mediasi antara Yayasan D dan pelapor, untuk mengklarifikasi dugaan penyelewengan ini. Bahkan, Kantor Kemenag Balikpapan sudah beberapa kali melakukan pemanggilan. Sayang, tak sekalipun pemanggilan klarifikasi dari Kemenag Balikpapan yang diindahkah oleh Yayasan D.

1. Koordinasi dengan donatur untuk pelaporan ke polisi

Pertemuan antara Aliansi Pejuang Dakwah Balikpapan , Kesbangpol dan Polresta Balikpapan yang difasilitasi Kemenag Balikpapan, Kamis (5/12/2024). (IDN Times/Erik Alfian)
Pertemuan antara Aliansi Pejuang Dakwah Balikpapan , Kesbangpol dan Polresta Balikpapan yang difasilitasi Kemenag Balikpapan, Kamis (5/12/2024). (IDN Times/Erik Alfian)

ES dan Aliansi Pejuang Dakwah Balikpapan berencana membuat laporan resmi ke pihak kepolisian dalam waktu dekat, seiring dengan semakin banyaknya bukti yang terkumpul.

ES menjelaskan, laporan ini akan dilengkapi dengan berbagai bukti, termasuk catatan transaksi mencurigakan dari yayasan.

"Kami akan mencoba berkoordinasi dulu dengan para donatur yang merupakan korban sebelum membuat laporan," kata dia, Kamis (5/12/2024).

2. Dugaan transaksi janggal Yayasan D

ilustrasi transaksi keuangan (Pixabay.com/ Mudassar Iqbal)
ilustrasi transaksi keuangan (Pixabay.com/ Mudassar Iqbal)

ES, yang merupakan mantan karyawan di Yayasan D menjelaskan indikasi penyimpangan mulai diketahui setelah tim internal menemukan bukti transaksi yang mencurigakan.

“Memang terdapat transaksi menuju Gaza, tetapi data yang tercantum justru nama orang Indonesia, bukan nama orang Palestina,” jelas ES.

ES menambahkan, terduga pelaku yang juga pendiri yayasan merupakan warga negara Palestina.

Selain itu, yayasan D juga mengaku punya kantor dan struktur organisasi di Gaza, Palestina. Namun, setelah ditelusuri, informasi tersebut disebut ES tak dapat dibuktikan kebenarannya.

Tak berhenti di situ, ES juga memastikan Yayasan D tidak memiliki izin resmi untuk menghimpun zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Ini juga sudah ditegaskan oleh Kepala Kantor Kemenag Balikpapan, Masrivani.

Sejatinya ES dan beberapa mantan karyawan sudah berupaya untuk menyelesaikan polemik dana donasi ini secara kekeluargaan. Bukannya menyambut baik, pemilik Yayasan justru terus berkelit dan menghindar.

"Kami ingin semuanya berjalan damai. Tapi ternyata mereka terus menghindar, bahkan sampai membawa pengacara,” sebut ES.

3. Pilih mengundurkan diri dari Yayasan D

Ilustrasi mengundurkan diri (iStockphoto.com)
Ilustrasi mengundurkan diri (iStockphoto.com)

Dugaan penyelewengan yang dilakukan Yayasan D inilah, yang membuat ES dan lima karyawan lainnya memutuskan mengundurkan diri secara serentak pada 7 September 2024.

Keputusan ini diambil setelah mereka merasa ada hal yang tidak beres pada mekanisme keuangan Yayasan D itu.

“Saya baru bekerja sekitar tiga bulan, tapi karena ada sesuatu yang terasa janggal, akhirnya kami sepakat untuk berhenti,” kata ES.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News Kalimantan Timur

See More

Jaringan Narkoba Terbongkar, 13 Tersangka Diciduk di Samarinda

01 Mei 2026, 04:00 WIBNews