Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anak Duta Sheila On 7 Tumbang di Indonesia Masters Pontianak
Anak Duta Sheila On 7 berlaga di Pontianak. (IDN Times/Teri).
  • Bima Al Ayman Modjo, putra Duta Sheila On 7, tersingkir dari Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah kalah 6-21, 14-21 dari wakil China Liu Yu Xuan.
  • Bima mengaku belum beradaptasi dengan lapangan dan lambat membaca permainan lawan. Ia sempat bangkit pada gim kedua, tetapi kesalahan sendiri kembali menghilangkan momentum.
  • Kondisi kaki kapalan berdarah dan asap di arena tidak dianggap serius. Bima akan mengevaluasi fisik sebelum menentukan partisipasi di Sirkuit Nasional Yogyakarta dan Thailand International Series.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Putra vokalis Sheila On 7, Duta, Bima Al Ayman Modjo, harus mengakhiri perjuangannya di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.

Bertanding di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Bima gagal melangkah lebih jauh setelah takluk dari wakil China, Liu Yu Xuan, dua gim langsung dengan skor 6-21 dan 14-21.

Sorotan terhadap Bima tak lepas dari sosoknya sebagai putra Duta Sheila On 7. Namun di atas lapangan, pebulutangkis muda tersebut harus menghadapi persaingan ketat dan membuktikan kemampuannya sendiri.

1. Bima ngeluh belum bisa adaptasi dengan lapangan

Bima anak Duta Sheila On 7 kalah berlaga di Pontianak. (IDN Times/Teri).

Bima mengaku belum mampu menunjukkan permainan terbaiknya sejak awal pertandingan. Ia masih kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan, sementara Liu Yu Xuan dinilainya lebih cepat membaca pola permainannya.

“Dari segi kesiapan, saya merasa memang masih kurang. Saya masih beradaptasi dengan lapangan sehingga pergerakan saya masih sangat lambat,” ujar Bima, Rabu (2/9/2026).

Memasuki gim kedua, Bima mulai menemukan ritme permainan. Ia mampu memberikan perlawanan dan sempat terlibat kejar-kejaran poin sebelum interval.

2. Ngaku banyak melakukan kesalahan sendiri

Laga International Challenge 2026. (IDN Times/Teri).

Namun, momentum tersebut kembali hilang setelah interval. Bima melakukan sejumlah kesalahan sendiri sehingga Liu Yu Xuan kembali menjauh dan akhirnya mengamankan kemenangan dalam dua gim.

“Setelah interval 11 poin, saya kembali kehilangan permainan. Saya banyak melakukan kesalahan sendiri,” katanya.

Selain persoalan adaptasi, Bima juga sempat terganggu kondisi kaki akibat kapalan yang berdarah. Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut bukan cedera serius.

3. Kaget ada asap karhutla masuk ke lapangan

Pertandingan final di Internasional Challenge 2026. (IDN Times/Teri).

Bima juga mengaku sempat terkejut ketika melihat kondisi arena yang sedikit berasap saat memasuki lapangan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut masih dalam batas aman untuk bertanding.

Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Bima, terlebih ia sebelumnya juga tampil di venue yang sama pada Polytron Pontianak International Challenge 2026.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan cepat dan membaca permainan lawan menjadi pekerjaan rumah yang harus diperbaiki.

“Saya harus lebih cepat beradaptasi, terutama dalam membaca permainan lawan. Tadi saya merasa masih sangat lambat dan dari segi kesiapan juga memang masih kurang,” ujarnya.

Setelah tersingkir dari Indonesia Masters Pontianak, Bima masih memiliki sejumlah agenda pertandingan. Ia berencana mempertimbangkan tampil pada Sirkuit Nasional di Yogyakarta pekan depan dan Thailand International Series pada pekan berikutnya.

Namun, padatnya jadwal membuat Bima masih akan mengevaluasi kondisi fisik dan kesiapan sebelum menentukan turnamen berikutnya.

“Jadwal pertandingan saya cukup beruntun. Minggu lalu bertanding, minggu ini bertanding, dan minggu depan ada agenda di Yogyakarta. Jadi, mungkin masih saya evaluasi lagi,” kata Bima.

Meski langkahnya terhenti di Pontianak, pengalaman menghadapi pemain China di turnamen level BWF World Tour Super 100 menjadi bagian dari proses Bima untuk terus berkembang sebagai pebulutangkis muda.

Curated For You

Editorial Team

Related Article