Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kulineran ke Pontianak? Jangan Lewatkan 4 Chinese Food Khas Ini

Kota Samarinda
Kulineran ke Pontianak? Jangan Lewatkan 4 Chinese Food Khas Ini
Kaloci adalah kuliner khas Pontianak yang terbuat dari beras ketan ditabur bubuk kacang. (IDN Times/Teri).
  • Pontianak menawarkan kuliner khas Tionghoa yang mencerminkan keberagaman budaya kota, dengan pilihan rasa gurih, manis, hingga menyegarkan.
  • Chai Kue berkulit tepung beras dengan isian seperti bengkuang dan kucai, sementara Ce Hun Tiaw memadukan ketan hitam, kacang merah, cincau, bongko, santan, dan gula merah.
  • Kaloci berbahan tepung beras ketan bertekstur kenyal berlapis kacang tanah, sedangkan Tau Suan menyajikan kacang hijau berkuah kental dengan potongan cakwe goreng.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, tak hanya dikenal sebagai kota yang dilintasi garis khatulistiwa. Kota ini juga memiliki kekayaan kuliner yang mencerminkan keberagaman budaya dan etnis masyarakatnya.

Bagi pencinta kuliner, makanan khas Tionghoa menjadi salah satu yang menarik untuk dijelajahi. Beragam hidangan dengan cita rasa gurih, manis, hingga menyegarkan bisa ditemukan dengan mudah di sejumlah kawasan kuliner Pontianak.

Berikut empat rekomendasi Chinese food khas Pontianak yang bisa masuk daftar kulineran kamu.

  1. 1. Chai Kue/Choi Pan

    restaurant chai kue panas siam a hin siam
    restaurant chai kue panas siam a hin siam

    Pernah mendengar Chai Kue atau Choi Pan? Kudapan khas masyarakat Tionghoa ini memiliki kulit tipis yang terbuat dari tepung beras dengan beragam pilihan isian.

    Bengkuang, kucai, talas, hingga rebung menjadi beberapa isian yang umum digunakan. Teksturnya lembut dengan cita rasa gurih yang membuat Chai Kue cocok disantap sebagai camilan maupun pengganjal perut.

    Salah satu tempat yang bisa dicoba adalah Chai Kue Aphio di kawasan Setia Budi, Gajah Mada. Sensasi kulitnya yang lembut berpadu dengan isian gurih dijamin membuat sulit berhenti di satu porsi.

  2. 2. Ce hun tiaw

    ce hun tiaw (instagram.com/princess_yelly_lee)
    ce hun tiaw (instagram.com/princess_yelly_lee)

    Pontianak yang dikenal memiliki cuaca cukup panas membuat sajian dingin selalu menggoda. Salah satunya Ce Hun Tiaw.

    Minuman sekaligus hidangan pencuci mulut ini berisi ketan hitam, kacang merah, cincau, dan bongko. Semuanya disiram kuah santan dan gula merah yang memberikan perpaduan rasa manis dan gurih.

    Selain menyegarkan, porsinya juga cukup mengenyangkan. Ce Hun Tiaw bisa ditemukan di kawasan Jalan WR Supratman dengan harga sekitar Rp11 ribu-Rp15 ribu per porsi.

  3. 3. Kaloci

    Kaloci (instagram.com/sultanmakan)
    Kaloci (instagram.com/sultanmakan)

    Pencinta makanan manis bisa memasukkan Kaloci ke dalam daftar buruan. Sekilas, camilan ini menyerupai mochi karena menggunakan tepung beras ketan sebagai bahan utama.

    Teksturnya lembut dan kenyal, kemudian dilapisi kacang tanah yang memberikan sensasi gurih sekaligus manis.

    Kaloci cocok menjadi teman menikmati sore. Camilan ini cukup mudah ditemukan di Pontianak, salah satunya di kawasan Jalan Gajah Mada. Harganya juga relatif terjangkau, mulai Rp10 ribu-Rp15 ribu.

  4. 4. Tau suan atau bubur gunting

    lek tau suan (instagram.com/ayeemazlan)
    lek tau suan (instagram.com/ayeemazlan)

    Ingin menikmati camilan hangat? Tau Suan atau yang populer disebut Bubur Gunting bisa menjadi pilihan.

    Hidangan ini terbuat dari kacang hijau yang disajikan bersama kuah kental dan potongan cakwe goreng. Cakwe tersebut digunting menjadi bagian-bagian kecil sebelum dicampurkan ke dalam hidangan.

    Perpaduan rasa manis dan gurih membuat Tau Suan cocok disantap saat masih hangat, terutama pada malam hari. Salah satu kawasan yang dikenal memiliki sajian ini adalah Gajah Mada.

    Kuliner Pontianak bukan sekadar soal rasa. Di balik seporsi Chai Kue, segelas Ce Hun Tiaw, sepotong Kaloci, atau semangkuk Tau Suan, tersimpan jejak budaya masyarakat Tionghoa yang telah menjadi bagian dari kehidupan kota.

    Keberagaman itulah yang membuat wisata kuliner di Pontianak terasa berbeda. Tak hanya memanjakan lidah, menjelajahi makanan khasnya juga menjadi cara sederhana untuk mengenal lebih dekat keberagaman budaya yang tumbuh di kota khatulistiwa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More