KONI Kaltim Siapkan Program 1.000 Pelatih Fisik untuk Atlet

Samarinda, IDN Times - Persoalan fisik atlet tak bisa dipandang sebelah mata. Seperti yang terjadi Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatera Utara, kemarin, sejumlah atlet asal Kaltim tak mampu tampil optimal saat melakoni pertandingan penentuan, karena kondisi kekuatan fisik yang kurang maksimal.
Pada PON XXI/2024 tersebut, Kaltim belum mampu memenuhi target masuk 5 besar. Kontingen Kaltim harus puas duduk di peringkat 8 klasemen, dengan koleksi 29 emas, 55 perak, dan 69 perunggu.
1. Hasil evaluasi, fisik atlet kurang prima

Banyaknya medali perak yang diraih atlet, menunjukkan banyak yang tak mampu tampil optimal di partai puncak.
"Berdasarkan hasil analisis, selain persoalan mental, persoalan fisik atlet juga memengaruhi. Sehingga pada partai final mereka justru tidak optimal," terang Wakil Ketua I KONI Kaltim Ego Arifin.
Terkait persiapan enam bulan atlet pada Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda), Ego menyebut fokusnya adalah pemantapan teknik dan taktik. Artinya, porsi untuk latihan fisik tidak lagi dominan.
Faktor lain, kata dia, adalah tak semua pelatih mengerti cara meningkatkan kualitas fisik atlet.
“Kesimpulan ini berdasarkan kajian tim Bidang Binpres (Pembinaan dan Prestasi) dan program PPA (peningkatan prestasi atlet) yang disusun pelatih. 70 persen pelatih tidak memahami cara meningkatkan kualitas fisik atlet. Namun untuk peningkatan teknik dan taktik, para pelatih memang bisa,” beber Ego.
2. Gaungkan program 1.000 pelatih fisik

Hasil evaluasi ini, menjadi momen yang tepat untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang paham dari sisi peningkatan kualitas fisik. Program membangun 1.000 pelatih fisik pun digaungkan oleh Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras.
Sebagai langkah awal, KONI Kaltim menggelar pelatihan pelatih fisik level 1 nasional, yang akan dibagi dalam beberapa tahap. Untuk tahap pertama, rencananya akan diikuti 50 cabor dan dilaksanakan pada 8-11 November.
Pelaksanaannya mengambil dua tempat. Diseminasi teori dilaksanakan di ruang rapat KONI Kaltim Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda. Adapun praktiknya, dilaksanakan di GOR Bulu Tangkis kompleks Gelora Kadrie Oening, Samarinda.
“Pelaksanaannya nanti akan beriringan. Teori-praktik-teori-praktik, dan seterusnya. Nantinya setiap cabor akan mengirimkan satu pelatihnya," jelas Ego yang juga ketua panitia Pelatihan Pelatih Fisik ini.
Tahap kedua, direncanakan diikuti cabor yang belum masuk di tahap pertama.
“Di KONI Kaltim ada 68 pengprov (pengurus provinsi) cabor. Berarti di tahap kedua nanti ada 18 cabor yang ikut serta,” ujar Ego.
3. Pelatihan akan dipandu oleh Prof Arya Lumintuarso

Khusus cabor andalan Kaltim, seperti layar, gulat, pencak silat, Ego akan mengirimkan lebih dari satu pelatih.
“Setelah satu pelatih mengikuti tahap pertama, cabor andalan ini bisa mengirimkan pelatih yang berbeda untuk mengikuti tahap kedua,” ujar dia.
Kebijakan ini juga berlaku bagi cabor yang memiliki dua tim berbeda. Seperti sepak bola, yang saat ini terdiri dari kategori putra dan putri. Atau voli yang punya kategori indoor, outdoor, dan beach.
Pelatihan ini, sebut Ego, juga akan digelar hingga level kabupaten/kota. “Karena itulah nama programnya 1.000 pelatih, karena untuk lingkup seluruh Kaltim,” kata dia.
Pelatihan akan dipandu oleh Prof Arya Lumintuarso dari Lembaga Pendidikan Pelatih Olahraga (LP2O) Lankor. “Setelah pelatihan level 1 tuntas, rencananya dilanjutkan level 2 dan 3. Tetapi itu menyusul," kata dia.