Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Max Biaggi Minta Maaf dengan Ulah Mekaniknya di Moto3 Aragon

ilustrasi balapan Moto3 (motogp.com)
ilustrasi balapan Moto3 (motogp.com)

Balikpapan, IDN Times - Bos Husqvarna Max Racing Team Max Biaggi kesal bukan kepalang saat sesi kualifikasi kedua Moto3 Aragon pada Sabtu 17 September 2022 lalu. Semua gara-gara ulah tidak bertanggung jawab dua mekaniknya, mendekati garasi Adrian Fernandez (KTM Tech3), lalu menarik tuas rem untuk menghalangi Fernandez menuju pit lane.

Praktis hal tersebut membuat legenda pembalap MotoGP era 90 an terpaksa meminta maaf kepada tim KTM Tech3 serta pencinta ajang balapan bergengsi ini. Akibat tindakan ini, pembalap Adrian Fernandez kehilangan waktu untuk tampil prima di sesi kualifikasi.  

Tim ini pun lantas mengunggah aksi tak sportif tersebut ke media sosial dan segera menjadi viral. 

1. Max Biaggi segera meminta maaf kepada rivalnya

Max Biaggi, yang bertanggung jawab di Husqvarna Max Racing Team, menyesalkan kejadian ini. Ia tak segan untuk langsung meminta maaf kepada Andrian Fernandez dan tim KTM Tech3.

“Aku ada di sana, itu tak diizinkan dan itu sebuah tindakan yang melenceng jauh dari etika tim ini. Aku sangat kesal, sehingga aku pertama kali meminta maaf kepada Fernandez dan timnya,” kata Biaggi seperti dilansir Corsedimoto.

2. Tak ada alasan jelas dari mekaniknya

Adrian Fernandez (motogp.com)
Adrian Fernandez (motogp.com)

Biaggi mengatakan, tindakan menghalangi lawan di area paddock merupakan tindakan yang tak bermoral. Ia merasa malu dengan ulah dua mekaniknya.

“Aku mendatangi mekanik ku, bertanya apa yang ada di pikiran mereka. Mereka menjawab, ‘Kamu tahu, aku pergi untuk melihat motornya’. Mereka juga mencoba mengecohku dengan cara yang tak terlalu baik, mereka tak memberi penjelasan apa pun. Namun, ada satu yang meminta maaf," paparnya.

"Menghalangi lawan mungkin bukan tindakan berbahaya, tetapi merupakan tindakan yang tidak manusiawi. Aku ingin membela mereka, tetapi mereka tak memberiku kesempatan. Aku malu dengan apa yang terjadi. Bagiku, sanksi dari IRTA itu sah," ungkap Biaggi.

3. Kedua mekanik dihukum denda dan tak boleh mengikuti dua seri Grand Prix

ilustrasi balap Moto3 (motogp.com)
ilustrasi balap Moto3 (motogp.com)

IRTA (International Road Racing Team Association) telah menjatuhkan hukuman untuk kedua mekanik Husqvarna Max Racing Team tersebut. Masing-masing mekanik harus membayar denda 2.000 euro atau sekitar Rp30 juta. Mereka pun dilarang mengikuti dua Grand Prix di Australia dan Malaysia.

Keduanya masih diizinkan mengikuti Grand Prix di Jepang dan Thailand karena tak mungkin menemukan dua pengganti mekanik dalam waktu dekat. Ada kendala visa masuk lantaran jadwal yang ketat.

4. Max Biaggi mengancam dengan sanksi yang lebih serius

Max Biaggi (motogp.com)
Max Biaggi (motogp.com)

Tak hanya sanksi dari IRTA, kedua mekanik itu pun terancam mendapatkan sanksi pemecatan dari timnya. Max Biaggi sangat tak senang dengan apa yang mereka perbuat.

“Aku sebenarnya ingin melindungi mereka, karena tim itu seperti keluarga. Namun, selain tak dapat dipertahankan, mereka telah melakukan sesuatu yang tidak aku setujui dengan cara apa pun. Aku bahkan tak ingin ada di sini, tetapi masalah harus diatasi. Akan ada hukuman yang lebih serius,” kata Biaggi.

5. Bagi Biaggi, kejadian ini baru pertama kali terjadi

Max Biaggi dan Ayumu Sasaki (motogp.com)
Max Biaggi dan Ayumu Sasaki (motogp.com)

Max Biaggi bukan orang baru di ajang Grand Prix. Ia merupakan seorang legenda MotoGP yang telah berkarier sebagai pembalap dari tahun 1991 hingga 2005. Ia juga sempat bersaing sengit dengan pembalap legenda MotoGP Valentino Rossi. 

Setelahnya, ia mengelola tim balap. Sepanjang kariernya, ia mengaku tak pernah melihat hal memalukan seperti ini.

“Dalam 30 tahun karierku di MotoGP, aku pikir aku telah melihat segalanya, dan ternyata aku salah. Aku melewatkan yang satu ini. Itu adalah adegan buruk yang aku tak ingin ada yang mengulanginya. Kedua mekanik itu tak berada di sana secara kebetulan.

Menurut Max Biaggi, para mekanik ini memang sengaja menghalangi laju pembalap Adrian Fernandez, itu inisiatif pribadi mereka.

"Mungkin mereka tak ingin (Ayumu) Sasaki diikuti, tetapi pembalap harus menghadapinya sendirian di lintasan,” kata 4 kali juara dunia 250cc itu dikutip Corsedimoto.

Max Biaggi tentu menjunjung tinggi sportivitas di ajang Grand Prix. Menurutmu, apakah hukuman yang diberikan kepada dua mekanik tersebut sudah setimpal?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ryan Budiman
EditorRyan Budiman
Follow Us