Borneo FC Kalah 0-1 dari Persija, Mauro Jeronimo Soroti Ketajaman

- Borneo FC kalah 0-1 dari Persija Jakarta pada laga pembuka BRI Super League 2026/27 di Stadion Segiri, Samarinda, meski bermain di kandang sendiri.
- Borneo FC menciptakan 17 tembakan, sembilan tepat sasaran, dibandingkan delapan tembakan Persija. Pelatih Mauro Jeronimo menilai timnya dominan, tetapi penyelesaian akhir tidak efisien.
- Mauro akan mengevaluasi aspek teknis, taktikal, dan faktor pemain untuk memperbaiki ketajaman. Borneo FC selanjutnya bertandang menghadapi Persijap Jepara pada 12 September.
Samarinda, IDN Times - Borneo FC Samarinda mengawali BRI Super League 2026/27 dengan hasil mengecewakan. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Pesut Etam takluk 0-1 dari Persija Jakarta di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/2026) malam.
Kekalahan tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Borneo FC. Pasalnya, tim tuan rumah mampu menciptakan lebih banyak peluang sepanjang pertandingan, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol.
Borneo FC mencatat 17 tembakan dengan sembilan di antaranya mengarah tepat ke gawang. Sementara Persija hanya melepaskan delapan tembakan dan tiga di antaranya tepat sasaran.
1. Borneo FC dianggap lebih dominan

Pesepak bola Borneo FC Iago Pereira (kiri) berusaha merebut bola dari pesepak bola Persija Jakarta Victor Jonson (kanan) saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr Pelatih Borneo FC Mauro Jeronimo menilai timnya tampil lebih dominan selama 90 menit. Namun, buruknya efektivitas penyelesaian akhir membuat keunggulan dalam jumlah peluang tidak berbuah kemenangan.
“Secara keseluruhan, jelas bahwa kami adalah tim yang lebih baik selama 90 menit permainan. Kami mencatatkan lebih banyak tembakan dan peluang, namun penyelesaian akhir kami kurang efisien,” ujar Mauro dalam akun Ileague.d.
Menurut pelatih asal Spanyol tersebut, sepak bola tidak selalu memberikan kemenangan kepada tim yang menciptakan lebih banyak peluang. Persija mampu memanfaatkan kesempatan yang dimiliki dan akhirnya membawa pulang tiga poin dari Samarinda.
“Sepak bola mungkin satu-satunya olahraga di mana, meskipun Anda menciptakan lebih banyak peluang dan melepaskan lebih banyak tembakan dibandingkan lawan, mereka tetap bisa mengalahkan,” katanya.
2. Perjalanan Borneo FC masih panjang

Pesepak bola Borneo FC Redzuan Fachgi (kanan) berusaha melewati pesepak bola Persija Jakarta Kerim Memija (kedua kanan) saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr Meski kecewa dengan hasil tersebut, Mauro menilai perjalanan Borneo FC di musim baru masih panjang. Ia optimistis timnya bisa meraih hasil positif jika mampu mempertahankan performa dan memperbaiki efektivitas di laga berikutnya.
“Namun, inilah sepak bola, dan perjalanan kami baru saja dimulai. Saya yakin jika kami bisa mempertahankan performa seperti ini di pertandingan-pertandingan berikutnya, kami pasti akan meraih kemenangan,” ujarnya.
Efektivitas menjadi salah satu pekerjaan rumah utama Borneo FC. Mauro mengatakan tim pelatih akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencari penyebab banyaknya peluang yang gagal dikonversi menjadi gol.
“Kita harus analisis, kita harus lihat pertandingan lagi, bisa dari aspek kemungkinan teknis, taktikal, atau kemungkinan dari kadang-kadang inspirasi pemain lagi bagus. Kita ada banyak faktor,” jelasnya.
3. Lini depan Borneo FC belum tajam

Pesepak bola Borneo FC Kablan Davy (kanan) berusaha merebut bola dari pesepak bola Persija Jakarta Kyohei Yashino (kedua kanan) saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr Mauro mengakui Borneo FC belum cukup efektif dalam memanfaatkan peluang. Karena itu, ia meminta tim segera melakukan pembenahan, terutama dalam penyelesaian akhir.
“Tapi yang kita harus jujur, kita tidak efisien karena kita tidak mencetak gol. Pasti kita ke depannya harus koreksi itu, kita harus cetak gol,” tegasnya.
Borneo FC kini mengalihkan fokus ke pertandingan pekan kedua BRI Super League 2026/27. Pesut Etam dijadwalkan bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (12/9) mendatang.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Borneo FC untuk bangkit sekaligus memperbaiki ketajaman lini depan setelah gagal mencetak gol pada laga perdana.

















