Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Borneo FC Tak Maksimal Manfaatkan Peluang, Ini Evaluasi Mauro Jeronimo
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo awali kiprah di Grup D AFC Challenge League (ACGL) 2026/2027 dengan kemenangan 2-0 atas wakil Myanmar, Yangon United, di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026). IG_borneofc.id
  • Borneo FC membuka AFC Challenge League 2026/2027 dengan kemenangan 2-0 atas Yangon United di Stadion Segiri melalui gol Iago Mendonca dan Moussa Diarra.
  • Mauro Jeronimo menilai pertahanan rapat Yangon United menyulitkan timnya, sementara sejumlah peluang Borneo FC belum dimaksimalkan akibat penyelesaian akhir yang kurang efektif.
  • Setelah gol pertama membuat Yangon United bermain lebih terbuka, Borneo FC menambah gol; Mauro menegaskan tim akan bekerja keras meningkatkan produktivitas gol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Pelatih Borneo FC Samarinda, Mauro Jeronimo, menyoroti penyelesaian akhir timnya meski sukses mengawali kiprah di AFC Challenge League (ACGL) 2026/2027 dengan kemenangan. Pesut Etam dinilai masih perlu meningkatkan ketajaman di depan gawang setelah mengalahkan Yangon United dengan skor 2-0 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026) malam.

Dua gol kemenangan Borneo FC dicetak Iago Mendonca pada menit ke-53 dan Moussa Diarra pada menit ke-80. Namun, hasil tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dominasi tuan rumah yang menciptakan sejumlah peluang sepanjang pertandingan.

Borneo FC sebenarnya berpeluang membuka keunggulan sejak babak pertama. Namun, rapatnya pertahanan Yangon United dan kurang efektifnya penyelesaian akhir membuat tim tuan rumah kesulitan mencetak gol sebelum turun minum.

1. Pertahanan lawan menyulitkan Borneo FC

Borneo FC mengawali kiprahnya di Grup D AFC Challenge League (ACGL) 2026/2027 dengan kemenangan 2-0 atas wakil Myanmar, Yangon United, di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026) malam. IG_borneofc.id

Mauro mengakui Yangon United menerapkan strategi bertahan yang menyulitkan anak asuhnya. Tim asal Myanmar tersebut menumpuk pemain di area pertahanan untuk membatasi ruang gerak para pemain Borneo FC.

"Kami paham tipe pertandingan seperti ini, lawan bertahan dengan sangat baik, menempatkan 10 pemain di belakang bola, dan bermain sangat rapat," kata Mauro dikutip dari Ileague.

Meski demikian, pelatih asal Portugal itu menilai Borneo FC mampu membangun serangan dengan baik. Pesut Etam juga berulang kali mengirimkan umpan silang dan bola ke dalam kotak penalti, tetapi peluang yang tercipta belum bisa dimaksimalkan menjadi gol.

2. Penyelesaian akhir Borneo FC disorot

Borneo FC mengawali kiprahnya di Grup D AFC Challenge League (ACGL) 2026/2027 dengan kemenangan 2-0 atas wakil Myanmar, Yangon United, di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026) malam. IG_borneofc.id

Menurut Mauro, persoalan utama timnya bukan terletak pada proses membangun serangan, melainkan efektivitas penyelesaian akhir.

"Saya rasa kami punya setidaknya empat atau lima peluang bagus untuk mencetak gol. Dalam sepak bola, aspek teknis untuk memasukkan bola ke dalam gawang terkadang dipengaruhi faktor mental atau mungkin sedikit kecemasan, karena kami sangat ingin mencetak gol di kandang sendiri," ujarnya.

Kebuntuan akhirnya terpecahkan delapan menit setelah babak kedua dimulai. Gol Iago Mendonca pada menit ke-53 membuat Borneo FC unggul sekaligus memaksa Yangon United mengubah pendekatan permainan.

3. Permainan terbuka Yangon United

Borneo FC mengawali kiprahnya di Grup D AFC Challenge League (ACGL) 2026/2027 dengan kemenangan 2-0 atas wakil Myanmar, Yangon United, di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026) malam. IG_borneofc.id

Setelah tertinggal, Yangon United mulai bermain lebih terbuka. Situasi tersebut memberi ruang bagi Borneo FC untuk mengembangkan serangan hingga Moussa Diarra menggandakan keunggulan pada menit ke-80.

Mauro menilai perubahan permainan lawan setelah gol pertama turut membuka peluang bagi timnya untuk mencetak gol tambahan. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa efektivitas di depan gawang tetap menjadi aspek yang harus diperbaiki.

"Sepak bola itu memang aneh. Terkadang hanya menciptakan satu peluang dalam satu pertandingan dan langsung mencetak gol, sementara di lain waktu menciptakan begitu banyak peluang tetapi butuh waktu lama untuk mencetak gol pertama," kata pelatih berusia 41 tahun tersebut.

4. Borneo FC bertekat meningkatkan produktifitas gol

Borneo FC mengawali kiprahnya di Grup D AFC Challenge League (ACGL) 2026/2027 dengan kemenangan 2-0 atas wakil Myanmar, Yangon United, di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026) malam. IG_borneofc.id

Ia menegaskan, Borneo FC akan terus bekerja keras untuk meningkatkan produktivitas gol pada pertandingan berikutnya.

"Tidak ada solusi ajaib. Kuncinya hanyalah kerja keras, kerja keras, dan terus bekerja keras. Kami akan mencetak lebih banyak gol lagi," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article