Ikhsan Nul Zikram Disorot usai Borneo FC Tumbang, Ini Pembelaan Pelatih

Borneo FC kalah 1-2 dari Java United pada pekan keempat BRI Super League 2026/27 di Semarang, membuat penampilan Ikhsan Nul Zikram mendapat sorotan negatif.
Pelatih Mauro Jeronimo membela Ikhsan dengan menilai sikap, mentalitas, kerja keras, serta kontribusinya dalam berlari dan memotong jalur bola tetap positif.
Jeronimo menyebut jadwal padat, perjalanan dari Thailand, dan pemulihan terbatas memengaruhi fisik tim; staf pelatih akan mengevaluasi laga lewat rekaman video.
Samarinda, IDN Times - Pelatih Borneo FC Samarinda, Mauro Jeronimo, membela gelandang mudanya, Ikhsan Nul Zikram, setelah Pesut Etam kalah 1-2 dari Java United FC pada pekan keempat BRI Super League 2026/27 di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (11/10/2026).
Meski penampilan Ikhsan mendapat sorotan negatif dari sejumlah media, Jeronimo menilai pemain berusia 23 tahun itu tetap menunjukkan kontribusi positif. Ia menegaskan, penilaian terhadap Ikhsan perlu mempertimbangkan kondisi fisik tim yang terkuras akibat jadwal pertandingan padat.
1. Pembelaaan pelatih Borneo FC

Pesepak bola Borneo FC Samarinda Ikhsan Nul (kiri) melakukan selebrasi bersama rekannya usai mencetak gol ke gawang Persija Jakarta pada lanjutan Liga 1 di Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Selasa (3/3/2026). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/YU Jeronimo menolak menyalahkan individu atas kekalahan tersebut. Sebaliknya, ia mengapresiasi kerja keras, sikap, dan mentalitas yang ditunjukkan Ikhsan sepanjang pertandingan.
"Secara sikap dan mentalitas, penampilan Ikhsan sangat bagus. Dia adalah salah satu pemain yang paling banyak berlari, memotong jalur bola, dan bekerja keras sepanjang 90 menit untuk membantu tim ini," ujar Mauro Jeronimo dikutip dari Ileague.
2. Padatnya kompetisi BRI Super League

Pesepak bola Borneo FC Samarinda Marcos Astina (kanan) berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang tim Java United pada pertandingan BRI Super League di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar Menurut Jeronimo, padatnya jadwal kompetisi turut memengaruhi performa Ikhsan dan pemain Borneo FC lainnya. Sebelum bertandang ke Semarang, skuad Pesut Etam lebih dulu menjalani laga tandang di Thailand dalam ajang ASEAN Club Championship 2026/27.
Perjalanan panjang dan waktu pemulihan yang terbatas membuat kondisi fisik pemain belum sepenuhnya pulih. Situasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penampilan Borneo FC saat menghadapi Java United.
3. Kekalahan ini menjadi evaluasi pelatih

Pesepak bola Java United Kaio Nunes (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Samarinda R Adi Utama (kanan) pada pertandingan BRI Super League di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih. Jeronimo menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan hasil pertandingan, tetapi akan menganalisis performa tim secara menyeluruh.
"Kami tidak akan menilai performa hanya dari satu sudut pandang. Setelah kembali ke Samarinda, tim kepelatihan akan langsung melakukan evaluasi taktis secara menyeluruh menggunakan rekaman video pertandingan guna membenahi kekurangan yang ada," katanya.
Borneo FC kini dituntut segera berbenah dan bangkit pada pertandingan berikutnya. Evaluasi tersebut diharapkan membantu Pesut Etam memperbaiki performa sekaligus menjaga persaingan di BRI Super League 2026/27.




















