Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gol Cepat dan Bola Mati Jadi Petaka, Isenmulang Kalteng FC Takluk 0-4
Pesepakbola Isenmulang Kalteng FC Sergio De Mondanca Siqueira Filho (kiri) berusaha mempertahankan bola dari hadangan pesepakbola Arema FC Diego Luiz Landis (kanan) dalam pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU
  • Isenmulang Kalteng FC kalah 0-4 dari Arema FC pada laga perdana BRI Super League 2026/27, setelah memulai musim dengan sanksi pengurangan dua poin.
  • Pelatih Mundari Karya menilai tim kesulitan beradaptasi di level tertinggi; gol cepat Arema dan tiga gol dari situasi bola mati menjadi masalah utama.
  • Persiapan terganggu kabut asap dan perjalanan memutar, tetapi Isenmulang sempat kompetitif sekitar 30 menit; sanksi dua poin juga memengaruhi mental pemain.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palangka Raya, IDN Times - Isenmulang Kalteng FC mengawali BRI Super League 2026/27 dengan hasil mengecewakan. Tim promosi tersebut takluk 0-4 dari tuan rumah Arema FC dalam laga perdana yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jumat (4/9).

Kekalahan telak itu membuat langkah Isenmulang Kalteng FC di kasta tertinggi sepak bola Indonesia langsung menghadapi tantangan berat. Terlebih, tim asuhan Mundari Karya tersebut juga mengawali kompetisi dengan sanksi pengurangan dua poin akibat persoalan perpindahan homebase.

1. Pemain Isenmulang sulit beradaptasi

Pelatih Isenmulang Kalteng FC Mundari Karya, Rabu (2/9/2026). IG_ mundarikarya_

Pelatih Isenmulang Kalteng FC, Mundari Karya, menilai timnya masih kesulitan beradaptasi dengan atmosfer kompetisi level tertinggi. Gol cepat Arema FC menjadi salah satu momen yang membuat anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan.

"Adaptasi ini yang paling penting. Tadi kita kurang cepat beradaptasi, terlihat dari gol yang terjadi begitu cepat. Ini yang memang harus kita perhitungkan, bagaimana bertransformasi dari kasta kedua ke tingkat atas ini," ujar Mundari dikutip Ileague.id

Selain persoalan adaptasi, bola mati menjadi pekerjaan rumah terbesar Isenmulang Kalteng FC. Dari empat gol yang bersarang ke gawang timnya, tiga di antaranya tercipta melalui situasi set piece.

2. Persiapan tim tidak optimal

Pelatih Isenmulang Kalteng FC Mundari Karya, Rabu (2/9/2026). IG_ mundarikarya_

Mundari juga mengungkapkan persiapan tim sebelum pertandingan tidak berjalan optimal. Kabut asap di Palangkaraya membuat aktivitas latihan terganggu selama hampir sepekan. Perjalanan menuju Malang pun harus ditempuh dengan rute memutar melalui Banjarmasin.

"Kami sempat terganggu kabut asap di Palangkaraya selama hampir satu minggu sehingga tidak bisa latihan. Untuk berangkat ke sini pun kami harus memutar lewat Banjarmasin dulu," ungkapnya.

Meski kalah dengan skor mencolok, Mundari tetap mengapresiasi perjuangan para pemain. Menurutnya, skuad yang mayoritas dihuni pemain lokal jebolan Championship musim lalu dan sejumlah pemain asing baru tersebut sempat memberikan perlawanan.

3. Pemain Isenmulang bermain dengan baik

Pesepakbola Isenmulang Kalteng FC Sergio De Mondanca Siqueira Filho (kiri) berusaha mempertahankan bola dari hadangan pesepakbola Arema FC Diego Luiz Landis (kanan) dalam pertandingan BRI Super League di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (4/9/2026). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/YU

Isenmulang Kalteng FC bahkan mampu menjaga permainan tetap kompetitif selama sekitar 30 menit setelah kebobolan gol pertama.

Mundari juga mengakui sanksi pengurangan dua poin turut memengaruhi mental dan motivasi pemain. Kondisi tersebut membuat timnya berambisi segera meraih poin untuk menutup defisit sejak awal musim.

"Dua poin ini sangat mempengaruhi, makanya tadi kita berusaha keras mencari poin untuk bereaksi. Tapi sekali lagi, ini bahan koreksi. Saya bangga anak-anak sudah berjuang dan saya berharap di pertandingan berikutnya mereka bisa lebih cepat beradaptasi dengan tuntutan Super League," pungkas Mundari.

Curated For You

Editorial Team

Related Article