Nama Pieter Huistra Hilang dalam Laga Borneo FC vs Semen Padang

Balikpapan, IDN Times - Kekalahan Borneo FC dari Semen Padang FC dengan skor 1-3 pada pekan ke-18 Liga 1 di Stadion Batakan, Kota Balikpapan, Selasa malam (14/1/2025), masih menyisakan cerita.
Pelatih Kepala Borneo FC Pieter Huistra tidak terlihat mendampingi tim berjuluk Pesut Etam dalam laga kandang menjamu Semen Padang ini. Nama pelatih kebangsaan Belanda ini pun tidak terlihat dalam susunan pemain Borneo FC diunggah operator Liga 1 Indonesia.
Absennya Pieter Huistra di Stadion Batakan Balikpapan memunculkan banyak spekulasi tentang masa depannya bersama tim Borneo FC.
1. Asisten Pelatih Borneo FC menolak komentari soal Pieter Huistra

Jelang laga pertandingan, Asisten Pelatih Borneo FC Demerson yang hadir dalam sesi tanya jawab melayani pertanyaan jurnalis. Ia tidak banyak mengomentari soal keberadaan Pieter Huistra ini.
"Saya tidak bisa banyak berkomentar soal itu. Biarkan manajemen yang memberikan pernyataan resmi," kata Demerson menanggapi isu tersebut.
Saat itu, Demerson lebih lebih memilih menjawab pertanyaan seputar persiapannya menghadapi Semen Padang.
2. Kartu merah berujung kekalahan Borneo FC

Dalam pertandingan tersebut, Borneo FC sebenarnya memulai laga dengan baik. Gabriel Furtado membawa timnya unggul lebih dulu lewat gol pada menit ke-39. Namun, situasi berubah drastis ketika Muhammad Dwiky Hardiansyah menerima kartu merah pada menit ke-47. Bermain dengan 10 pemain, Borneo FC kesulitan menghadapi tekanan Semen Padang. Hanya berselang dua menit dari kartu merah, Carlos Filipe Da Fonseca Chaby menyamakan kedudukan untuk Kabau Sirah, julukan Semen Padang.
Tekanan semakin meningkat, dan Bruno Gomes memastikan kemenangan tim tamu dengan mencetak dua gol pada menit ke-74 dan 76. Skor akhir 1-3 membuat Borneo FC menelan kekalahan ketiga secara beruntun di Liga 1 musim ini. Sebelumnya, mereka juga kalah dari Persebaya Surabaya dan Persik Kediri.
3. Hasil negatif pertandingan Borneo FC

Setelah pertandingan, Demerson, mengakui bahwa kekalahan ini semakin menambah beban mental tim.
“Selalu sulit bermain dengan 10 pemain, apalagi melawan tim yang memanfaatkan peluang dengan baik seperti Semen Padang,” ujarnya.
Namun, sorotan utama bukan hanya pada hasil pertandingan, tetapi juga pada ketidakhadiran Pieter Huistra. Hasil akhir ini menambahkan panjang rentetan kekalahan Borneo FC dari sebelumnya, Persebaya Surabaya dan Persik Kediri.