Skuad Baru Borneo FC Masih Beradaptasi, Mauro Genjot Kekompakan Tim

- Borneo FC Samarinda memanfaatkan jeda internasional untuk mengevaluasi performa dan membenahi aspek serangan, pertahanan, serta pengaturan permainan setelah perubahan besar skuad musim ini.
- Pelatih Mauro Jeronimo fokus mengintegrasikan pemain baru ke model permainan, metode latihan, dan filosofi tim, sembari memberi waktu bagi mereka beradaptasi dengan lingkungan baru.
- Mauro menekankan konektivitas dan chemistry antarpemain sebagai fondasi penerapan taktik, dengan harapan performa Borneo FC berkembang bertahap saat kompetisi kembali bergulir.
Samarinda, IDN Times - Borneo FC Samarinda memanfaatkan jeda internasional untuk mengevaluasi performa tim sekaligus mempercepat adaptasi para pemain baru.
Pelatih kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, mengatakan jeda kompetisi menjadi momentum bagi tim pelatih untuk membenahi sejumlah kekurangan berdasarkan penampilan pada pertandingan sebelumnya.
1. Komposisi skuad Borneo FC banyak berubah

Penyerang Borneo FC, Carlos Patrick. IG_borneofc.id Borneo FC mengalami perubahan besar dalam komposisi skuad musim ini. Hampir seluruh pemain merupakan bagian dari susunan tim yang berbeda dibandingkan musim sebelumnya. Sejumlah pemain baru juga bergabung pada bulan lalu.
"Ada banyak aspek. Musim ini kami memiliki tim yang benar-benar berbeda dan bulan lalu menerima pemain baru. Jadi, kami terus bekerja di semua aspek permainan, melihat pertandingan sebelumnya, baik dalam serangan maupun pertahanan, serta mengatur permainan yang harus ditingkatkan," ujar Mauro dalam website resmi Borneo FC.
Selain evaluasi, Mauro menjadikan periode jeda sebagai kesempatan untuk mengintegrasikan pemain baru ke dalam sistem permainan Borneo FC.
2. Proses adaptasi Borneo FC

Pesepak bola Borneo FC Iago Pereira (kiri) berusaha merebut bola dari pesepak bola Persija Jakarta Victor Jonson (kanan) saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr Menurut pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut, proses adaptasi mencakup pemahaman terhadap model permainan, metode latihan, hingga filosofi yang diterapkan tim pelatih.
"Pada saat yang sama, mencoba mengintegrasikan pemain baru ke dalam model permainan, metodologi pelatihan, dan filosofi bermain kami. Kami menyadari mereka membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan negara baru dan tim baru," katanya.
Mauro juga menilai hubungan antarpemain menjadi bagian penting dalam membangun kekompakan skuad. Menurutnya, taktik akan sulit diterapkan jika chemistry di antara pemain belum terbentuk.
"Pada dasarnya, kami terus berupaya membangun konektivitas antara semua orang. Tanpa menciptakan hubungan dan chemistry antara para pemain, taktiknya tidak penting," ujarnya.
3. Performa Borneo FC berkembang

Pesepak bola Borneo FC Juan Felipe Villa (kanan) berusaha melewati adangan pesepak bola Bali United Thijmen Goppel (kiri) pada pertandingan Super League 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (20/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/kye Ia berharap proses tersebut dapat membuat performa Borneo FC berkembang secara bertahap setelah kompetisi kembali bergulir.
"Semoga saja, langkah demi langkah, kami dapat mengembangkan tim," pungkasnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)















