ilustrasi minyak (ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha)
Solihin warga Penajam, mengaku kaget saat ini masyarakat kesulitan mendapatkan minyak goreng. Karena hampir di seluruh wilayah PPU barang ini sangat langka. Kalaupun ada harganya sudah 'selangit'.
“Saya menduga ada oknum masyarakat yang mengambil kesempatan mendapatkan keuntungan pribadi memanfaatkan kondisi saat ini, pasalnya pemerintah telah mengeluarkan program untuk membantu masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga murah yakni Rp14 ribu per liter.
Bahkan program pemerintah minyak goreng bersubsidi harga jual Rp14 ribu per liter itu, terangnya, berjalan selama enam bulan ke depan sejak Januari hingga Juni tahun 2022. Tetapi program ini di PPU tak berjalan faktanya di Februari ini saja sudah sulit didapatkan, adapun harganya sudah mahal.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten PPU Sukadi Kuncoro hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan terkait keresahan masyarakat PPU terhadap kelangkaan minyak goreng tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp pribadinya, meskipun telah dibaca olehnya, namun ia memilih mengabaikan.