Tarakan, IDN Times - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Tarakan Kalimantan Utara (Kaltara) Dra Maryam mengungkapkan, sedikitnya ada 48 anak yang menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh pemuda berinisial RA.
Hal itu didapatkan setelah pihaknya melakukan tracing terhadap 200 anak yang belajar agama di salah satu pondok pesantren di Bumi Paguntaka, julukan Tarakan.
"Ya betul (48 anak), berawal dari 9 laporan. Tetapi karena kami khawatir bukan hanya itu, akhirnya kami dengan Himpsi ke TKP dan lakukan assessment ke 200 anak yang ada di pesantren tersebut," terang Maryam, saat dihubungi IDN Times siang tadi, Rabu (30/3/2022).
