Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Rumput Laut Gracilaria Melejit! Produksi PPU 2024 Lampaui Target

ilustrasi rumput laut (freepik.com/freepik)
ilustrasi rumput laut (freepik.com/freepik)

Penajam, IDN Times – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, terus mendorong pengembangan budidaya rumput laut jenis gracilaria guna meningkatkan kesejahteraan nelayan dan petani tambak. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pendampingan dan pelatihan tata cara budidaya kepada masyarakat.

"Kami memberikan pelatihan langsung kepada nelayan dan petani tambak, baik untuk budidaya di perairan laut maupun di tambak," ujar Kepala Dinas Perikanan PPU Rozihan Asward diberitakan Antara, Minggu (8/6/2025).

1. Keunggulan rumput laut jenis ini

Rozihan Asward (IDN Times/Ervan)
Rozihan Asward (IDN Times/Ervan)

Rozihan menjelaskan, rumput laut jenis gracilaria memiliki keunggulan karena bisa dipanen dalam waktu relatif singkat, yakni antara 40 hingga 60 hari. Selain itu, rumput laut ini juga dapat mendukung pertumbuhan ikan bandeng jika dibudidayakan dengan sistem polikultur atau kombinasi.

“Rumput laut bisa menjadi sumber pakan alami untuk bandeng sekaligus menjaga kualitas air tambak. Jadi lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelasnya.

2. Pusat pengembangan rumput laut di PPU

Rumput laut (freepik.com/freepik)
Rumput laut (freepik.com/freepik)

Pusat pengembangan budidaya gracilaria berada di Kecamatan Babulu, namun Pemkab juga mendorong masyarakat di kecamatan lain untuk mulai membudidayakan komoditas bernilai ekonomi tinggi ini.

Menurut data Dinas Perikanan PPU, produksi gracilaria tahun 2024 mencapai 9.270 ton—melampaui target yang ditetapkan sebesar 8.000 ton. Artinya, produksi melebihi target sekitar 15 persen.

3. Mendorong peningkatan produksi rumpur laut di wilayahnya

ilustrasi rumput laut (freepik.com/freepik)
ilustrasi rumput laut (freepik.com/freepik)

Pemkab PPU akan mendorong peningkatan produksi rumpur laut di wilayahnya

"Tahun 2025, target produksi kami tingkatkan menjadi 9.500 ton, atau naik sekitar 18 persen dari target tahun sebelumnya," kata Rozihan optimistis.

Pemkab berharap pengembangan rumput laut ini tidak hanya menopang perekonomian lokal, tetapi juga menjadi komoditas unggulan yang berdaya saing di pasar nasional dan internasional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us