Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stop Multitasking! 5 Aktivitas Ini Punya Risiko Kalau Sambil Bagi Fokus
ilustrasi konflik kerja (pexels.com/Yan Krukau)
  • Multitasking tidak selalu mempercepat pekerjaan; pada aktivitas berisiko, perhatian terbagi dapat memicu kesalahan, cedera, kecelakaan, atau membahayakan orang lain.
  • Mengemudi dan mengoperasikan alat berat menuntut konsentrasi penuh karena ponsel, obrolan, musik keras, atau aktivitas lain dapat menghambat respons serta memicu kecelakaan.
  • Memasak, bekerja di laboratorium, dan mengawasi anak kecil perlu fokus pada prosedur serta lingkungan agar risiko api, bahan berbahaya, benda tajam, atau bahaya sekitar tidak terlewat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Multitasking sering dianggap sebagai cara praktis untuk menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan. Namun, membagi perhatian gak selalu membuat pekerjaan menjadi lebih cepat.

Pada aktivitas tertentu, kehilangan fokus justru dapat meningkatkan risiko kesalahan hingga kecelakaan. Apalagi jika pekerjaan tersebut melibatkan kendaraan, mesin, api, bahan kimia, atau keselamatan orang lain.

Karena itu, ada beberapa aktivitas yang sebaiknya dilakukan dengan fokus penuh. Berikut lima di antaranya.

1. Mengemudi kendaraan

ilustrasi seseorang nyetir (pexels.com/Vladimir Srajber)

Mengemudi membutuhkan konsentrasi penuh. Membalas pesan, menelepon, makan, atau melakukan aktivitas lain saat berada di balik kemudi dapat mengalihkan perhatian dari kondisi jalan.

Penggunaan ponsel saat mengemudi juga dapat membuat pengemudi terlambat merespons situasi yang muncul secara tiba-tiba. Bahkan, penggunaan fitur hands-free tetap berpotensi mengalihkan perhatian.

Karena itu, simpan ponsel selama berkendara dan fokus pada jalan. Jika memang perlu menggunakan ponsel, sebaiknya berhenti di tempat yang aman terlebih dahulu.

2. Mengoperasikan alat berat

ilustrasi alat berat (pexels.com/AS Photography)

Bagi pekerja di sektor konstruksi, pabrik, maupun bidang teknik, konsentrasi menjadi hal yang sangat penting saat mengoperasikan mesin atau alat berat.

Mengobrol, menggunakan ponsel, mendengarkan musik terlalu keras, atau melakukan pekerjaan lain secara bersamaan dapat mengganggu perhatian. Kesalahan kecil saat mengoperasikan mesin pun berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja.

Karena itu, pastikan fokus tetap tertuju pada mesin dan prosedur keselamatan selama bekerja.

3. Memasak di dapur

ilustrasi masak steak, daging steak, olive oil, minyak goreng (magnific.com/stockking)

Memasak sambil menonton drama atau scrolling media sosial mungkin terasa seperti cara mengisi waktu. Namun, kebiasaan tersebut bisa membuat perhatian teralihkan dari aktivitas di dapur.

Memasak melibatkan api, minyak panas, pisau, serta berbagai peralatan yang dapat menyebabkan cedera jika digunakan tanpa perhatian penuh. Kelengahan juga dapat meningkatkan risiko makanan gosong hingga kebakaran.

Karena itu, sebaiknya fokus pada kegiatan memasak, terutama ketika menggunakan kompor atau berada di dapur bersama anak kecil.

4. Melakukan pekerjaan laboratorium

ilustrasi laboratorium berteknologi tinggi (pexels.com/ Thirdman)

Laboratorium bukan tempat yang tepat untuk melakukan banyak aktivitas secara bersamaan. Berbagai bahan kimia dan peralatan membutuhkan penanganan sesuai prosedur.

Tidak membaca petunjuk dengan teliti, salah menggunakan bahan, atau meninggalkan proses eksperimen karena mengerjakan hal lain dapat meningkatkan risiko kecelakaan, termasuk paparan zat berbahaya.

Karena itu, ikuti prosedur keselamatan dan fokus pada setiap tahapan pekerjaan saat berada di laboratorium.

5. Mengasuh anak kecil

ilustrasi bekerja dan mengasuh anak (pexels.com/ Gustavo Fring)

Mengawasi bayi dan balita juga membutuhkan perhatian penuh. Anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan belum selalu memahami benda atau situasi yang berbahaya.

Terlalu sibuk dengan ponsel, pekerjaan rumah, atau aktivitas lain dapat membuat orang dewasa terlambat menyadari ketika anak mendekati kompor, tangga, benda tajam, atau sumber bahaya lainnya.

Karena itu, berikan pengawasan lebih saat anak berada di lingkungan yang memiliki potensi risiko.

Multitasking memang bisa membantu ketika mengerjakan beberapa aktivitas sederhana. Namun, cara ini sebaiknya dihindari ketika pekerjaan membutuhkan konsentrasi tinggi dan berkaitan dengan keselamatan.

Mengemudi, mengoperasikan mesin atau alat berat, memasak, bekerja di laboratorium, hingga mengasuh anak merupakan aktivitas yang membutuhkan perhatian lebih. Jadi, daripada mengambil risiko, lebih baik fokus menyelesaikan satu aktivitas sebelum beralih ke pekerjaan lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article