Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Suci, Siswi SMKN 5 Pontianak, Bagikan Masker dari Kain Sisa
Siswi SMKN 5 Pontianak manfaatkan kain sisa untuk buat masker. (IDN Times/Teri).
  • Suci, siswi jurusan Busana SMKN 5 Pontianak, memanfaatkan pembelajaran daring saat kabut asap untuk menjahit masker dari potongan kain sisa bersama dua rekannya.
  • Aksi itu berawal dari pengamatannya bahwa pembagian masker lebih banyak terjadi di kota, sementara warga Desa Kuala II, Kubu Raya, masih banyak belum mendapatkannya.
  • Suci dan Citra telah membuat serta membagikan ratusan masker gratis kepada warga sekitar; tiap masker membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 10 hingga 20 menit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pontianak, IDN Times - Di saat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat aktivitas belajar harus dilakukan dari rumah, Suci justru menemukan cara untuk tetap produktif sekaligus membantu warga.

Siswi SMKN 5 Pontianak jurusan Busana itu memanfaatkan waktu belajar daring untuk mengolah potongan kain sisa menjadi masker kain.

Bersama dua rekannya, Suci menjahit kain-kain yang sebelumnya tidak terpakai menjadi masker. Ratusan masker hasil karyanya kemudian dibagikan gratis kepada warga di sekitar tempat tinggalnya, Desa Kuala II, Kabupaten Kubu Raya.

“Pas pelajaran daring, saya memanfaatkan kesempatan untuk membuat masker dan membagikannya kepada warga sekitar,” kata Suci, Sabtu (19/9/2026).

1. Berawal dari bantuan masker yang tak merata

Siswi SMKN 5 Pontianak buat masker kain saat kabut asap. (IDN Times/Teri).

Ide tersebut muncul setelah Suci melihat pembagian masker akibat kabut asap lebih banyak dilakukan di kawasan perkotaan. Sementara warga di sekitar tempat tinggalnya masih banyak yang belum mendapatkan masker.

Ia pun memilih memanfaatkan keterampilan menjahit yang dipelajarinya di sekolah.

“Jadi, saya juga sambil mengasah kemampuan dan melatih lagi supaya lebih pandai menjahit,” ujarnya.

2. Manfaatkan kain sisa produksi pakaian

Siswi SMKN 5 Pontianak buat masker kain. (IDN Times/Teri).

Bukan hanya membantu warga, kegiatan tersebut juga membuat kain-kain sisa produksi pakaian memiliki fungsi baru.

Potongan kain yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah kini diubah menjadi perlengkapan pelindung dari paparan asap.

“Sisa-sisa kainnya kami manfaatkan untuk dibuat menjadi masker,” kata Suci.

Satu masker membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 20 menit untuk dibuat. Jika dikerjakan bersama, masker pun bisa diproduksi dalam jumlah lebih banyak.

3. Ratusan masker dibagikan ke warga terdampak kabut asap

Manfaatkan sisa kain, siswi SMKN 5 Pontianak buat masker. (IDN Times/Teri).

Kini, Suci bersama Citra telah membuat ratusan masker yang dibagikan kepada warga yang membutuhkan di lingkungan sekitar.

Bagi Suci, aksi tersebut menjadi cara sederhana untuk ikut membantu masyarakat menghadapi kabut asap sekaligus mengasah keterampilannya sebagai siswi jurusan Busana. Ia berharap kondisi udara di Kalimantan Barat segera membaik dan hujan kembali turun.

“Harapannya, semoga kabut asap ini cepat selesai dan cepat hilang. Semoga hujan juga cepat turun,” tukasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article