Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Terlalu Berisiko! Wali Kota Banjarmasin Tegas Larang Anak Ikut Padamkan Api

ilustrasi kebakaran rumah (freepik.com/partystock)
ilustrasi kebakaran rumah (freepik.com/partystock)

Banjarmasin, IDN Times – Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengeluarkan imbauan tegas untuk mencegah keterlibatan anak-anak dalam kegiatan pemadaman kebakaran yang dinilai sangat berisiko.

Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, menyampaikan kekhawatirannya atas maraknya anak-anak yang ikut turun langsung ke lokasi kebakaran bersama tim relawan.

"Kita melihat banyak anak-anak yang turut berjibaku saat terjadi kebakaran. Ini sangat berbahaya bagi keselamatan mereka," ujarnya diberitakan Antara di Banjarmasin, Senin (10/6/2025).

1. Sosialisasi kepada masyarakat ditingkatkan

Ilustrasi kebakaran hutan (freepik.com/freepik)
Ilustrasi kebakaran hutan (freepik.com/freepik)

Yamin menegaskan bahwa pemerintah kota telah menginstruksikan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Banjarmasin untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar anak-anak tidak lagi dilibatkan dalam aksi pemadaman api.

"Baik sebagai anggota relawan, apalagi jika sampai ikut memadamkan api di lapangan. Itu sangat tidak layak," tegasnya.

Menurutnya, kegiatan pemadaman kebakaran memiliki risiko tinggi dan tidak semestinya melibatkan anak-anak yang belum matang secara fisik maupun mental dalam menghadapi situasi darurat.

"Anak-anak seharusnya berada di lingkungan yang aman dan terlindungi, bukan di garis depan bencana," ucapnya.

2. Keselamatan pada anak-anak menjadi prioritas

Ilustrasi anak-anak di sekolah (Foto oleh andros1234 dari Pixabay)
Ilustrasi anak-anak di sekolah (Foto oleh andros1234 dari Pixabay)

Yamin mengapresiasi semangat kepedulian dan keberanian yang ditunjukkan anak-anak. Namun, menurutnya, keselamatan mereka harus menjadi prioritas utama.

"Kita menghargai semangat mereka. Tapi tidak boleh membiarkan anak-anak berada dalam situasi yang membahayakan nyawa. Mereka bukan petugas, dan belum saatnya mengambil peran seperti itu," ujarnya.

Ia pun meminta instansi terkait segera menyusun program edukasi dan pembinaan yang menyasar komunitas pemadam, orang tua, dan anak-anak secara langsung.

"Kalau mereka punya minat di bidang kebencanaan, itu bisa disalurkan melalui pelatihan yang tepat saat usia mereka sudah cukup," kata Yamin.

3. Menjadikan Kota Banjarmasin ramah bagi anak-anak

Rencana Pemprov DKI Jakarta tengah membuka sejumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) untuk beroperasi selama 24 jam menuai dukungan DPRD DKI Jakarta. (Dok. DPRD DKI Jakarta)
Rencana Pemprov DKI Jakarta tengah membuka sejumlah Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) untuk beroperasi selama 24 jam menuai dukungan DPRD DKI Jakarta. (Dok. DPRD DKI Jakarta)

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Kota Banjarmasin sebagai tempat yang aman untuk tumbuh dan berkembang bagi anak-anak.

"Jangan biarkan rasa tanggung jawab yang datang terlalu dini justru merenggut hak anak-anak untuk belajar dan bermain," katanya.

Yamin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan Banjarmasin sebagai kota layak anak.

"Mari kita jadikan Banjarmasin sebagai kota yang ramah anak. Anak-anak adalah masa depan kota ini. Biarkan mereka tumbuh di lingkungan yang aman, belajar dengan tenang, dan berkontribusi sesuai kemampuannya di masa depan," pungkasnya.

Diketahui, Kota Banjarmasin memiliki lebih dari 500 badan pemadam kebakaran swadaya masyarakat. Sebagian besar anggotanya adalah pemuda, namun tak sedikit pula anak-anak di bawah umur yang turut bergabung dan terlibat langsung saat terjadi kebakaran.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us