Tongkang Batu Bara Tabrak Jembatan Mahakam Ulu, Polisi Amankan ABK

Samarinda, IDN Times - Insiden pelayaran yang melibatkan tongkang bermuatan batu bara menabrak pilar Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Samarinda, Kalimantan Timur, tercatat terjadi dua kali dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Petugas Patroli Pengamanan dan Pelayanan Masyarakat Terpadu (Pamapta) I Polresta Samarinda, Ipda Rifqhi Sactio, mengatakan pihaknya menerima laporan adanya dua tongkang yang menyenggol kaki Jembatan Mahakam Ulu dan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengamanan.
“Kami menerima laporan adanya dua tongkang yang menyenggol kaki Jembatan Mahakam Ulu dan langsung merespons menuju lokasi kejadian,” ujar Rifqhi dilaporkan Antara di Samarinda, Minggu (4/1/2026).
1. Kronologis peristiwa jembatan ditabrak kapal tongkang

Peristiwa terbaru terjadi pada Minggu sekitar pukul 01.17 Wita. Dua unit tongkang dilaporkan tidak hanya menghantam infrastruktur jembatan, tetapi juga berdampak langsung pada permukiman warga di bantaran Sungai Mahakam.
Benturan keras dari kapal pengangkut batu bara tersebut menghantam rumah warga di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir. Bangunan milik warga mengalami kerusakan akibat hantaman bagian buritan tongkang.
Ketua RT 17 Jalan Cipto Mangunkusumo, Setia Budi, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, warga sempat mendengar suara mesin kapal yang tidak normal disertai teriakan panik dari awak kapal.
“Tongkang terlihat berputar-putar tanpa kendali, seolah mencari tempat bertambat, hingga akhirnya bagian buritan menghantam belakang rumah milik Ribut Waluyo,” ujarnya.
2. Polisi amankan seluruh ABK kapal tongkang

Aparat gabungan dari Polresta Samarinda dan Polairud Polda Kaltim segera mengamankan lokasi kejadian. Seluruh anak buah kapal (ABK) dari Tugboat Bloro 7 dan Tugboat Raja Laksana 166 turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Insiden di awal 2026 ini menambah daftar kecelakaan air di kawasan tersebut, mengingat peristiwa serupa juga terjadi sebelumnya pada Selasa (23/12/2025).
Menanggapi rentetan kejadian tersebut, pihak berwenang bersama operator pelabuhan terus melakukan upaya mitigasi serta penanganan cepat guna meminimalkan risiko kerusakan infrastruktur dan keselamatan masyarakat.
3. Evakuasi kapal tongkang yang menabrak jembatan

Pada insiden Desember lalu, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Samarinda bersama Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) telah melakukan evakuasi tongkang yang menabrak pilar jembatan.
General Manager Pelindo Regional 4 Samarinda, Captain Suparman, menegaskan pentingnya koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keamanan struktur jembatan serta kelancaran alur pelayaran pascakejadian.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan SPJM, Tubagus Patrick, menjelaskan bahwa kesiapsiagaan armada tunda merupakan prosedur standar perusahaan dalam menghadapi kondisi darurat di perairan dengan aktivitas padat.
“Pada kejadian hari ini, tim fokus melakukan evakuasi terlebih dahulu dan proses evakuasi selesai sekitar pukul 03.50 Wita,” ujarnya.


















