TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pemprov Kaltim Fokus dalam Pembangunan Infrastruktur hingga 80 Persen

Program pembangunan Tahun 2023

Ilustrasi Infrastruktur (Pelabuhan) (IDN Times/Arief Rahmat)

Samarinda, IDN Times - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Benua Etam, khususnya selama RPJMD kepemimpinan Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi ditargetkan 82 persen tuntas sampai akhir 2023.

“Berdasarkan geografis struktur tanah dan luasan wilayah di Benua Etam, maka Pemprov Kaltim menargetkan pengembangan pembangunan infrastruktur di Kaltim, baik jalan maupun jembatan tuntas 82 persen pada akhir 2023,” ucap Isran Noor belum lama ini dalam berbagai kesempatan didampingi Kepala Dinas PUPR Kaltim Aji Muhammad Fitra Firnanda di akun Instagram Pemprov Kaltim. 

Baca Juga: Pria di Samarinda yang Tikam Penjual Obat, Memiliki Gangguan Mental

1. Pembangunan infrastruktur di Kaltim sudah mencapai 77 persen

Gubernur Kaltim, Isran Noor. Potret ini diambil di kantor BPK RI Perwakilan Kaltim tatkala pandemik COVID-19 belum melanda Kaltim (IDN Times/Yuda Almerio

Sementara, sesuai data sebelumnya, pada 2021 ditargetkan mencapai 75,02 persen pembangunan infrastruktur tuntas, bahkan pada 2022 akhir ini bisa mencapai 77 persen.

Menurut Gubernur Isran, target tersebut memang tidak sampai 100 persen, karena berkaca pada luasan wilayah Kaltim, sehingga, tidak memungkinkan 100 persen tuntas.

Namun demikian, Pemprov Kaltim tetap berupaya agar kebutuhan dasar masyarakat tersebut dapat terpenuhi dengan baik hingga 2023.

2. Fokus perhatian pembangunan infrastruktur di Kaltim

Kondisi keruskaan jalan salah satu desa di Kecamatan Babulu, serta foto anak sekolah dan ibunya korban jalan rusak ini (IDN Times/Ervan)

Bahkan, yang juga menjadi perhatian serius oleh Pemprov Kaltim maupun Pemerintah Pusat adalah pengembangan pembangunan infrastruktur jalan ke arah utara Kaltim. Yaitu, Kaliorang Kabupaten Kutai Timur ke Talisayan hingga Tanjung Redeb Kabupaten Berau.

“Daerah dimaksud menjadi perhatian serius pemerintah, karena kondisi jalan yang rusak ringan dan berat lebih banyak,” tegasnya.

Baca Juga: Lapas Narkotika Samarinda Gagalkan Penyelundupan Sabu Melalui Makanan

Berita Terkini Lainnya