Drag Bike Dhira Brata Cup 2026, Mampu Tekan Balap Liar di Samarinda?

- Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengapresiasi Open Drag Bike Dhira Brata Cup 2026 di eks Bandara Temindung, Samarinda, sebagai ruang kompetisi resmi bagi pegiat otomotif.
- Kejuaraan memperingati Hari Bhayangkara ke-80 ini dinilai dapat menyalurkan bakat anak muda secara positif, dari balap liar menuju pembalap legal, sekaligus mengurangi aksi jalanan.
- Seno Aji menekankan perlunya sinergi kepolisian, pemerintah daerah, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk pembinaan berkelanjutan; peserta juga diminta menjunjung sportivitas.
Samarinda, IDN Times - Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, mengapresiasi penyelenggaraan Open Drag Bike Dhira Brata Cup 2026 yang digelar di kawasan eks Bandara Temindung, Samarinda, Sabtu (25/7/2026). Menurutnya, ajang balap resmi tersebut menjadi sarana positif untuk menyalurkan bakat generasi muda sekaligus menekan praktik balap liar di jalanan.
Kejuaraan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 itu dibuka oleh Inspektur Jenderal Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI), Komjen Pol. Mulia Hasudungan Ritonga.
1. Apresiasi Pemprov Kaltim kepada Polri
Seno Aji menyampaikan apresiasi kepada Polri yang telah menghadirkan ruang kompetisi bagi para pegiat otomotif di Kalimantan Timur. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap pembinaan generasi muda melalui jalur yang positif dan terarah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polri yang telah mengadakan event drag bike ini dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Ini merupakan wujud perhatian Polri kepada masyarakat di daerah, khususnya bagi para pegiat otomotif," ujar Seno Aji dalam akun IG Pemprov Kaltim.
2. Pemanfaatan kawasan eks Bandara Temindung

Ia menilai pemanfaatan kawasan eks Bandara Temindung sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan, termasuk olahraga otomotif, merupakan langkah yang tepat dan patut didukung. Selain memberikan ruang bagi para pembalap untuk berkompetisi secara legal, ajang tersebut juga diharapkan mampu mengurangi aksi balap liar yang masih kerap terjadi di sejumlah ruas jalan di Samarinda maupun daerah lain di Kalimantan Timur.
"Event ini menjadi wadah pembinaan anak-anak muda dan mengurangi balap liar dengan menyalurkan hobi dan bakat ke arah yang lebih positif. Dari pembalap liar menjadi pembalap legal," katanya.
Seno Aji menegaskan, pembinaan generasi muda di bidang otomotif tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Diperlukan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, komunitas otomotif, serta seluruh pemangku kepentingan agar pembinaan atlet balap dapat berlangsung secara berkelanjutan.
3. Menunjukkan sportivitas pemuda di Samarinda

Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan kejuaraan tersebut sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap perlombaan.
"Terima kasih atas terselenggaranya event ini. Semoga sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membina generasi muda di bidang otomotif semakin kuat. Kepada seluruh peserta, bertandinglah dengan penuh semangat dan junjung tinggi sportivitas," pungkasnya.

















