Kalah dari Persija, Mauro Jeronimo Yakin Borneo FC akan Bangkit

- Borneo FC Samarinda kalah 0-1 dari Persija Jakarta pada laga perdana BRI Super League 2026/27, meski mencatat 17 percobaan dan sembilan tembakan tepat sasaran.
- Pelatih Mauro Jeronimo menilai kekalahan kandang sebagai evaluasi, sambil menekankan proses pembentukan tim yang mendatangkan lebih dari 24 pemain baru dan banyak pemain muda.
- Borneo FC berada di posisi ke-13 tanpa poin dan akan memburu poin perdana saat bertandang menghadapi Persijap Jepara pada Sabtu, 12 September 2026.
Samarinda, IDN Times - Kekalahan dari Persija Jakarta pada laga perdana BRI Super League 2026/27 menjadi hasil yang mengecewakan bagi Borneo FC Samarinda. Namun, pelatih Mauro Jeronimo meminta performa tim tidak hanya dinilai dari hasil akhir.
Menurut Mauro, Borneo FC tetap menunjukkan perlawanan hingga menit-menit terakhir. Meski tertinggal lewat sundulan Alexander Jeremejeff pada babak pertama, Pesut Etam terus berupaya mencari gol penyeimbang.
Secara statistik, Borneo FC bahkan tampil lebih agresif. Mereka mencatat 17 percobaan dengan sembilan di antaranya tepat sasaran. Sementara Persija hanya membukukan delapan percobaan dan tiga tembakan tepat sasaran.
1. Kekalahan atas Persija menjadi evaluasi

Pesepak bola Borneo FC Juan Felipe (kiri) melakukan tendangan bebas ke gawang Persija Jakarta saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr Mauro mengakui kekalahan di kandang tetap menjadi bahan evaluasi. Namun, pelatih asal Spanyol itu meminta proses perkembangan tim juga menjadi pertimbangan, mengingat Borneo FC sedang membangun skuad dengan banyak wajah baru.
“Kami kalah, jadi evaluasinya negatif karena kekalahan tersebut. Namun dalam sepak bola, saya tahu kalian hanya melihat hasilnya. Kami sebagai profesional di industri ini harus melihat performa tim,” ujar Mauro dalam akun Ileague.id.
Menurutnya, membangun tim tidak bisa dilakukan secara instan. Borneo FC mendatangkan lebih dari 24 pemain baru sehingga membutuhkan waktu untuk membangun koneksi antarpemain sekaligus menemukan identitas permainan.
2. Proses transisi pemain di Borneo FC

Pesepak bola Borneo FC Redzuan Fachgi (kanan) berusaha melewati pesepak bola Persija Jakarta Kerim Memija (kedua kanan) saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr Selain itu, Mauro juga menilai komposisi pemain muda menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Ia optimistis Borneo FC mampu meraih banyak kemenangan jika mampu mempertahankan semangat dan intensitas permainan seperti saat menghadapi Persija.
“Kami juga memiliki banyak pemain muda. Saya yakin meskipun kami kalah, jika kami bisa mempertahankan semangat seperti yang kami tunjukkan hari ini dan terus menciptakan peluang seperti yang telah kami lakukan, kami akan memenangkan banyak pertandingan,” katanya.
Kekalahan dari Persija pun dinilai Mauro sebagai bagian dari proses Borneo FC di awal musim. Terlebih, dukungan suporter tetap mengalir sepanjang pertandingan meski Pesut Etam gagal meraih poin.
“Mereka berusaha menyemangati tim, dan kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk mengubah hasil pertandingan,” ujar Mauro.
3. Suntikan motivasi Borneo FC menuju laga selanjutnya

Pesepak bola Borneo FC Kablan Davy (kanan) berusaha merebut bola dari pesepak bola Persija Jakarta Kyohei Yashino (kedua kanan) saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr Dukungan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi Borneo FC untuk segera bangkit. Mauro percaya timnya memiliki potensi meraih hasil lebih baik jika mampu mempertahankan intensitas permainan sekaligus membenahi penyelesaian akhir.
Kekalahan itu membuat Borneo FC mengawali BRI Super League 2026/27 tanpa poin dan menempati posisi ke-13 klasemen sementara. Namun, perjalanan musim masih panjang dan peluang untuk bangkit terbuka lebar.
Borneo FC akan berusaha meraih poin perdana saat bertandang ke markas Persijap Jepara pada pekan kedua. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (12/9/2026) malam.
















