Sinar Mas Land Investasi Besar di Samarinda, Hadirkan Hunian Mewah

Balikpapan, IDN Times - PT Sinar Mas Land akan mengembangkan Grand City Samarinda, township pertama di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, sebagai kawasan hunian terpadu yang menyasar kebutuhan masyarakat di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Proyek seluas lebih dari 70 hektare tersebut akan menghadirkan sekitar 2.000 unit rumah dan 300 rumah toko (ruko).
Sales and Promotion Kalimantan & Sulawesi Sinar Mas Land, Budi Widyanto, mengatakan pengembangan Grand City Samarinda menjadi salah satu fokus utama perusahaan karena didukung prospek ekonomi Samarinda yang terus bertumbuh.
"Berdasarkan data BPS, ekonomi Kota Samarinda pada 2025 tumbuh 6,22 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Kalimantan Timur maupun nasional. Pertumbuhan itu didorong sektor perdagangan, konstruksi, jasa, serta meningkatnya investasi seiring pembangunan IKN," ujar Budi di Balikpapan, Kamis (23/7/2026).
1. Kawasan elite kota mandiri di Samarinda

Meski belum mengungkapkan nilai investasi proyek tersebut, Budi memastikan Grand City Samarinda akan dikembangkan sebagai kawasan kota mandiri yang menggabungkan hunian, area komersial, fasilitas rekreasi, dan ruang terbuka hijau dalam satu kawasan terintegrasi.
Mengusung konsep "Harmony of Nature and Luxury Living", kawasan ini dilengkapi tiga danau alami yang berfungsi sebagai daerah resapan air sekaligus ruang rekreasi bagi penghuni.
Pada tahap awal, Sinar Mas Land akan meluncurkan Seine Residence yang menawarkan empat tipe hunian, yakni Catherine tipe 51, Oliver tipe 71, Isabelle tipe 115, dan Laurent tipe 138. Harga promosi ditawarkan mulai Rp900 juta hingga Rp2,9 miliar.
"Saat ini kami masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Penjualan resmi Grand City Samarinda dijadwalkan mulai dibuka pada November mendatang," kata Budi.
2. Pembangunan Grand CIty Samarinda

Selain membangun kawasan hunian, perusahaan juga menyiapkan sekitar 300 unit ruko di sepanjang boulevard utama sebagai pusat aktivitas bisnis dan perdagangan.
Budi optimistis Grand City Samarinda memiliki prospek investasi yang menjanjikan. Menurutnya, pengalaman pengembangan Grand City Balikpapan menjadi bukti tingginya kenaikan nilai properti di Kalimantan Timur.
Ia mencontohkan, rumah di Grand City Balikpapan yang dipasarkan sekitar Rp675 juta pada 2014 kini memiliki nilai pasar sekitar Rp1,4 miliar per unit.
"Hal ini menunjukkan investasi properti di Kalimantan Timur memiliki potensi pertumbuhan nilai yang sangat baik," ujarnya.
3. Komitmen hunian yang bebas dari banjir

Selain nilai investasi, Sinar Mas Land juga menaruh perhatian besar terhadap persoalan banjir yang selama ini menjadi tantangan di Samarinda. Budi memastikan sistem drainase kawasan telah dirancang sejak awal pembangunan agar aliran air mengarah ke Sungai Mahakam sehingga dapat meminimalkan risiko genangan.
Pemilihan lokasi di kawasan Samarinda Seberang juga menjadi salah satu pertimbangan perusahaan karena dinilai memiliki risiko banjir yang lebih rendah dibanding sejumlah wilayah lain di Kota Samarinda.
"Kami memastikan sejak tahap perencanaan kawasan ini memiliki sistem drainase yang baik agar penghuni merasa aman dan nyaman," katanya.
4. Propek pertumbuhan menjanjikan di Grand City Samarinda

Sementara itu, CEO East Indonesia Sinar Mas Land, Franky Najoan, menilai Samarinda memiliki prospek besar sebagai kawasan pertumbuhan baru di Kalimantan Timur.
Menurutnya, meningkatnya mobilitas penduduk, kebutuhan hunian bagi kalangan profesional dan keluarga muda, serta masih terbatasnya pasokan township berskala besar menjadi peluang bagi perusahaan untuk berekspansi.
Dari sisi aksesibilitas, Grand City Samarinda berada di koridor strategis yang menghubungkan Jalan Bung Tomo dan Jalan KH Harun Nafsi. Kawasan ini juga didukung boulevard selebar 23 meter dengan enam lajur serta berdekatan dengan berbagai fasilitas publik seperti akses jalan tol, RS Mulya Medika, Bigmall Samarinda, dan Politeknik Negeri Samarinda.



















