Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Borneo FC Berburu Gol di Jepara, Recovery Jadi Perhatian Utama
Pesepak bola asal Brasil Maicon Souza (kiri) berlari saat mengikuti latihan bersama Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (10/7/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa
  • Borneo FC menghadapi Persijap Jepara pada pekan kedua BRI Super League 2026/2027, setelah kalah 0-1 dari Persija Jakarta dan membutuhkan hasil positif untuk membangun kepercayaan diri.
  • Pelatih Mauro Jeronimo memprioritaskan pemulihan fisik pemain setelah perjalanan Samarinda-Jepara dan laga berat sebelumnya, sambil tetap memberi porsi latihan taktik secara terukur.
  • Borneo FC membenahi penyelesaian akhir setelah gagal memaksimalkan peluang melawan Persija, serta bersiap menghadapi atmosfer Stadion Gelora Bumi Kartini yang dipenuhi suporter tuan rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jepara, IDN Times - Borneo FC Samarinda menghadapi tantangan menjaga kebugaran pemain jelang laga pekan kedua BRI Super League 2026/2027. Pesut Etam akan bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (12/9/2024) malam.

Borneo FC butuh hasil positif pada pertandingan ini guna membangun rasa percaya diri para pemain setelah pada pertandingan sebelumnya menyerah kalah dari Persija jakarta skor 0-1 di Stadion Segiri Samarinda.

1. Faktor pemulihan menjadi fokus utama Borneo FC

Pesepak bola Persijap Jepara Jose Luis Epinosa (kedua kiri) berusaha mengadang bola dari pesepak bola Borneo FC Samarinda Koldo Obieta Alberdi (kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Jawa Tengah, Minggu (17/5/2026). ANTARA FOTO/Nirza/agr/YU

Perjalanan panjang dari Samarinda menuju Jepara membuat aspek pemulihan menjadi perhatian utama tim pelatih. Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, tak ingin persiapan pertandingan justru menguras kondisi fisik pemain.

“Yang pertama kita fokus recovery pemain. Beberapa hari lalu kita menjalani satu pertandingan yang berat. Setelah itu kita mulai mempersiapkan kondisi tim,” ujar Mauro dikutip dari Ileague.id.

Dengan waktu persiapan yang terbatas, tim pelatih harus mengatur porsi latihan secara cermat. Sentuhan taktik tetap diberikan, tetapi kondisi fisik pemain menjadi prioritas sebelum menghadapi Persijap.

2. Penyelesaian akhir menjadi perhatian

Pesepak bola Borneo FC Samarinda Joel Vinicius Silva Dos Anjos (tengah) diganjal pesepak bola Persijap Jepara Diogo Araujo Brito (kanan) dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (24/8/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/tom.

Selain kebugaran, penyelesaian akhir juga menjadi pekerjaan rumah Borneo FC. Mauro menilai anak asuhnya mampu menciptakan banyak peluang saat menghadapi Persija Jakarta pada laga perdana.

Namun, peluang yang tercipta belum mampu dikonversi secara maksimal menjadi gol. Karena itu, Borneo FC terus berupaya meningkatkan fokus pemain ketika berada di depan gawang.

“Paling penting kita terus menciptakan peluang, kemudian mencoba lebih fokus di depan gawang dan meningkatkan aspek teknik. Kalau kita terus menciptakan peluang, gol akan datang,” tutur Mauro.

3. Bertanding ke kandang lawan jadi tantangan

Pesepak bola Borneo FC Iago Pereira (kiri) berusaha merebut bola dari pesepak bola Persija Jakarta Victor Jonson (kanan) saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr

Borneo FC juga harus siap menghadapi atmosfer berbeda saat bermain di kandang Persijap. Stadion Gelora Bumi Kartini diperkirakan bakal dipenuhi suporter tuan rumah.

Bagi Mauro, atmosfer stadion yang penuh penonton justru menjadi bagian menarik dari sepak bola. Dukungan suporter, menurutnya, dapat memberikan motivasi tambahan bagi kedua tim.

“Semua pemain profesional, staf, semua orang ingin bermain dengan stadion penuh. Saya rasa itu juga salah satu keunggulan tambahan dari pekerjaan kami. Dan tentu saja, ketika stadion penuh, saya rasa itu memotivasi semua pihak,” ujarnya.

Menurut pelatih berusia 38 tahun tersebut, atmosfer penonton bukan hanya menjadi keuntungan bagi tim tuan rumah. Tim tamu juga bisa mendapatkan energi tambahan ketika tampil di hadapan stadion yang penuh.

“Untuk tim yang bermain di kandang, dan untuk lawan. Dan saya rasa ini selalu menjadi kekuatan tambahan,” pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article