Pesepak bola PSS Sleman Cloudio Faeira Mutzi (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Samarinda Rahmad Dandy Sonriza (kedua kiri) pada laga BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (27/10/2026). Borneo FC Samarinda menang atas PSS Sleman dengan Skor 2-1. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom.
Borneo FC memecah kebuntuan pada menit ke-38. Berawal dari situasi sepak pojok, kemelut terjadi di depan gawang PSS Sleman sebelum Rahmad Dandy melepaskan tendangan keras yang gagal diantisipasi kiper Pedro de Oliveira.
Tertinggal satu gol, PSS berusaha meningkatkan tekanan untuk mengejar ketertinggalan. Namun, upaya tuan rumah semakin sulit setelah winger kanan Stefan Ashkovski mendapat kartu merah.
Wasit awalnya memberikan kartu kuning kepada Ashkovski karena dianggap menjatuhkan Asgal Habib Altaril yang memiliki peluang berhadapan langsung dengan kiper. Setelah meninjau tayangan ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit mengubah keputusan tersebut menjadi kartu merah.
Unggul jumlah pemain, Borneo FC semakin leluasa mengembangkan permainan. Pesut Etam kemudian menggandakan keunggulan pada menit ke-75 melalui Hugo Samir.
Gol tersebut berawal dari umpan terobosan Arthur de Moura yang berhasil dimaksimalkan Hugo untuk memperlebar jarak menjadi 2-0.
PSS belum menyerah. Matheus Fornazari Custodio memperkecil ketertinggalan pada menit ke-85. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan tuan rumah dari kekalahan. Borneo FC pun menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1.