Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mauro Jeronimo Kecewa Borneo FC Kalah, Singgung Persiapan Minim
Pesepak bola Java United Christian Gomis (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Samarinda Moussa Diarra (kanan) pada pertandingan BRI Super League di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar(11/10/2026).
  • Borneo FC kalah 1-2 dari Java United pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027, meski mencatat penguasaan bola 52 persen dan lima tembakan tepat sasaran.
  • Pelatih Mauro Jeronimo kecewa karena peluang emas, terutama pada babak pertama, tidak berbuah gol; ia juga menyoroti persiapan tim yang hanya satu sesi latihan.
  • Java United menang lewat gol Kaio Nunes dan Lukas Pivetta Brambila, sementara Borneo membalas melalui Marcos Emanuel Astina; Pesut Etam kini berada di posisi ke-11 dengan enam poin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Borneo FC Samarinda gagal membawa pulang poin setelah kalah 1-2 dari Java United FC pada pekan keempat BRI Super League 2026/2027 di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (11/10/2026) sore. Meski menciptakan lebih banyak peluang, Pesut Etam gagal memaksimalkan kesempatan untuk meraih hasil positif.

Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo, mengaku kecewa dengan hasil tersebut. Menurutnya, timnya memiliki peluang untuk setidaknya membawa pulang satu poin, tetapi penyelesaian akhir yang kurang efektif menjadi kendala.

Mauro juga menilai persiapan yang terbatas turut menjadi tantangan bagi timnya. Borneo FC hanya menjalani satu sesi latihan sebelum menghadapi Java United.

"Kami sudah berjuang keras untuk setidaknya meraih hasil imbang dalam pertandingan tandang ini. Namun, mengingat persiapan tim kami hanya menjalani satu sesi latihan sebelum laga, menurut saya para pemain tampil cukup baik," ujarnya dikutip dari Ileague.

1. Borneo FC dominan dalam penguasaan bola

Pesepak bola Borneo FC Samarinda Marcos Astina (kanan) berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang tim Java United pada pertandingan BRI Super League di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar

Secara statistik, Borneo FC mencatatkan penguasaan bola sebesar 52 persen, unggul tipis atas Java United yang menguasai 48 persen. Pesut Etam juga melepaskan 11 tembakan dengan lima di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, tuan rumah mencatatkan 10 percobaan dengan dua tembakan mengarah ke gawang.

Mauro menilai pertandingan berlangsung seimbang. Namun, sejumlah peluang emas, terutama pada babak pertama, gagal dikonversi menjadi gol.

"Pertandingan berjalan cukup seimbang, peluangnya 50-50. Kami memiliki beberapa peluang bagus yang terbuang, padahal peluang-peluang itu sebenarnya sangat potensial, terutama di babak pertama," kata Mauro.

2. Tuan rumah unggul duluan lewat Kaino Nunes

Pesepak bola Java United Frets Butuan (kanan) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Samarinda Juan Villa (kiri) pada pertandingan BRI Super League di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar

Setelah kedua tim bermain imbang tanpa gol pada babak pertama, Java United membuka keunggulan melalui Kaio Nunes pada awal babak kedua.

Borneo FC merespons lewat gol Marcos Emanuel Astina pada menit ke-64. Gol tersebut sempat membuka peluang Pesut Etam untuk membawa pulang poin dari Semarang.

Namun, harapan itu pupus setelah Lukas Pivetta Brambila mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-81. Gol tersebut memastikan kemenangan 2-1 bagi Java United hingga pertandingan berakhir.

3. Laga berat bagi Borneo FC

Pesepak bola Java United Kaio Nunes (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Samarinda R Adi Utama (kanan) pada pertandingan BRI Super League di Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar

Mauro mengakui pertandingan berlangsung berat dan menguras tenaga. Ia menilai kualitas individu pemain Java United menjadi salah satu faktor pembeda dalam laga tersebut.

"Saya merasa kurang puas karena kami yakin layak mendapatkan hasil lebih baik. Namun, begitulah sepak bola. Pada akhirnya, merekalah yang berhasil mengamankan tiga poin," tuturnya.

Kekalahan ini menjadi evaluasi bagi Borneo FC, terutama dalam meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir dan memanfaatkan peluang penting. Hasil tersebut membuat Pesut Etam tertahan di posisi ke-11 klasemen sementara BRI Super League 2026/2027 dengan koleksi enam poin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article