Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Unggul Jumlah Pemain, Borneo FC Gagal Menang Nyaman atas PSS Sleman

Kota Samarinda
3 min read
Unggul Jumlah Pemain, Borneo FC Gagal Menang Nyaman atas PSS Sleman
Pelatih Borneo FC, Mauro Jeronimo awali kiprah di Grup D AFC Challenge League (ACGL) 2026/2027 dengan kemenangan 2-0 atas wakil Myanmar, Yangon United, di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10/2026). IG_borneofc.id
  • Borneo FC menang 2-1 atas PSS Sleman di Maguwoharjo, tetapi pelatih Mauro Jeronimo menilai timnya menyia-nyiakan banyak peluang untuk mengamankan laga lebih cepat.
  • PSS bermain dengan 10 pemain sejak Stefan Ashkovski mendapat kartu merah menit ke-43, namun tetap menekan Borneo hingga akhir pertandingan.
  • Rahmad Dandy dan Hugo Samir mencetak gol Borneo, sementara Matheus Fornazari memperkecil skor; kekalahan menahan PSS di peringkat 15 dengan empat poin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Borneo FC Samarinda membawa pulang tiga poin dari markas PSS Sleman pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027. Namun, kemenangan 2-1 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (27/10/2026) sore, belum sepenuhnya memuaskan pelatih Mauro Jeronimo.

Meski unggul jumlah pemain sejak menit ke-43, Pesut Etam tetap mendapat tekanan dari tuan rumah hingga menjelang akhir pertandingan. Mauro menilai timnya seharusnya mampu mengunci kemenangan lebih cepat jika lebih efektif memanfaatkan peluang.

Menurut pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut, Borneo FC memiliki banyak kesempatan untuk mencetak gol, terutama pada babak pertama. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat timnya gagal membangun keunggulan yang lebih besar.

“Menurut saya, tim bermain dengan baik pada babak pertama. Saya tidak ingat persis angkanya, tetapi seharusnya kami bisa unggul setidaknya 3-0 sebelum jeda. Kami menyia-nyiakan banyak peluang,” ujar Mauro dikutip dari Ileague.

  1. 1. Pemain PSS mengurung pertahanan Borneo FC di babak kedua

    antarafoto-borneo-fc-menang-atas-pss-1793102376.jpg
    Pesepak bola PSS Sleman Riko Simanjuntak (kedua kiri) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Samarinda Rahmad Dandy Sonriza (kiri) pada laga BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, D.I Yogyakarta, Selasa (27/10/2026). Borneo FC Samarinda menang atas PSS Sleman dengan Skor 2-1. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/tom.

    Ia menilai persoalan serupa kembali terjadi pada babak kedua. Borneo FC mampu menciptakan peluang, tetapi tidak cukup klinis untuk mengonversinya menjadi gol.

    “Dalam sepak bola, kita harus mencetak lebih banyak gol, apalagi Sleman adalah tim yang bagus dan bermain di kandang dengan dukungan suporternya,” katanya.

    Borneo FC mendapatkan keuntungan setelah pemain PSS Sleman, Stefan Ashkovski, menerima kartu merah karena melanggar Asgal Habib Altarik yang berada dalam posisi satu lawan satu berhadapan penjaga gawang. PSS pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

    Namun, keunggulan jumlah pemain tidak membuat pertandingan berjalan mudah bagi Pesut Etam. Mauro mengingatkan anak asuhnya bahwa kartu merah tidak otomatis menjamin kemenangan.

    Menurutnya, situasi pertandingan dapat berubah meski salah satu tim bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit. Karena itu, para pemain seharusnya mampu memanfaatkan keunggulan tersebut untuk mencetak gol tambahan dan mengamankan kemenangan lebih awal.

    “Sejujurnya, kami tidak perlu bersusah payah pada menit-menit akhir. Kami punya banyak kesempatan untuk mengunci kemenangan lebih awal, tetapi gagal memanfaatkannya. Begitulah sepak bola, jika tidak mencetak gol, kita justru memberi lawan kesempatan,” tutur Mauro.

  2. 2. PSS sempat bangkit bangkit mencuri gol

    Manajer Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra.
    Manajer Teknik PSS Sleman, Pieter Huistra. (IDNTimes/ Febriana Sinta)

    Dalam pertandingan tersebut, Borneo FC membuka keunggulan melalui Rahmad Dandy pada menit ke-38. Pesut Etam kemudian menggandakan skor lewat Hugo Samir pada menit ke-75.

    PSS Sleman tidak menyerah. Matheus Fornazari memperkecil ketertinggalan pada menit ke-85 dan membuat pertandingan kembali menegangkan hingga akhir laga. Namun, skor 2-1 untuk kemenangan Borneo FC bertahan sampai peluit panjang.

    Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengakui kartu merah Stefan Ashkovski memengaruhi keseimbangan permainan timnya. Menurutnya, pertandingan berlangsung cukup berimbang sebelum insiden tersebut mengubah dinamika laga.

    “Setelah kartu merah, saya pikir keseluruhan dinamika dalam pertandingan berubah,” kata Pieter.

  3. 3. Apresiasi bagi permainan PSS Sleman

    WhatsApp Image 2026-08-10 at 5.25.14 PM.jpeg
    Matheus Fornazari, striker baru PSS Sleman untuk bertarung di Super League 2026/2027. (Dokumentasi PSS Sleman)

    Meski kalah, pelatih asal Belanda itu tetap mengapresiasi perjuangan para pemain PSS yang berusaha memberikan perlawanan meski bermain dengan 10 orang.

    Ia menilai anak asuhnya tetap berani mengambil risiko, menciptakan peluang, dan berusaha mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir.

    Pieter juga menyoroti pertahanan PSS yang dinilai masih perlu dibenahi. Ia meminta para pemain lebih rapat dalam menjaga ruang dan mencegah lawan leluasa melepaskan umpan silang maupun tembakan.

    Kekalahan tersebut membuat PSS Sleman tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara BRI Super League 2026/2027. Super Elang Jawa baru mengumpulkan empat poin dari tujuh pertandingan, dengan catatan satu kemenangan, satu hasil imbang, dan lima kekalahan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More