Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Usai Kalah dari Persija, Borneo FC Siap Bangkit di Jepara
Pesepak bola Borneo FC Redzuan Fachgi (kanan) berusaha melewati pesepak bola Persija Jakarta Kerim Memija (kedua kanan) saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr
  • Borneo FC Samarinda memburu kebangkitan saat melawan Persijap Jepara pada pekan kedua Super League 2026/2027, setelah kalah pada laga perdana dari Persija Jakarta.
  • Pelatih Mauro Jeronimo memprioritaskan pemulihan fisik skuad usai perjalanan panjang Samarinda-Jepara, agar pemain siap tampil maksimal di Stadion Gelora Bumi Kartini.
  • Borneo FC membenahi penyelesaian akhir setelah menciptakan banyak peluang tanpa gol kontra Persija, dengan target meraih tiga poin di Jepara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Borneo FC Samarinda memburu kebangkitan saat menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (12/9/2026). Laga pekan kedua Super League 2026/2027 ini menjadi kesempatan bagi Pesut Etam untuk bangkit setelah menelan kekalahan pada pertandingan perdana.

Pelatih kepala Borneo FC, Mauro Jeronimo, mengatakan fokus utama tim dalam persiapan menuju laga tersebut adalah memulihkan kondisi fisik pemain. Hal itu menjadi perhatian setelah skuad Pesut Etam harus menempuh perjalanan panjang dari Samarinda menuju Jepara.

“Persiapan kami seperti biasa. Kami mencoba memulai dengan memulihkan kondisi setelah pertandingan sebelumnya, kemudian membangun permainan sepanjang pekan ini. Kami harus datang dalam kondisi siap karena menempuh perjalanan panjang dari Samarinda sampai ke sini,” ujar Mauro dkutip dari webste resmi Borneo FC.dalam konferensi pers jelang pertandingan.

1. Pemain Borneo dalam kondisi prima

Pesepak bola Borneo FC Juan Felipe (kiri) melakukan tendangan bebas ke gawang Persija Jakarta saat BRI Super League di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Angga Palguna/agr

Karena itu, tim pelatih berupaya memastikan kondisi para pemain kembali optimal sebelum pertandingan. Mauro berharap seluruh pemain siap memberikan penampilan terbaik saat menghadapi Persijap.

“Sekarang fokus kami adalah memulihkan para pemain dengan baik agar mereka siap untuk pertandingan hari Sabtu,” katanya.

Selain kondisi fisik, Mauro menilai atmosfer pertandingan juga dapat memberikan pengaruh terhadap jalannya laga. Menurutnya, stadion yang dipenuhi suporter merupakan bagian menarik dari sepak bola profesional.

2. Memacu tim menampilkan permainan terbaik

Pesepak bola Persijap Jepara Diogo Aroujo Brito (kiri) menjatuhkan pesepak bola Borneo FC Samarinda Jose Cleylton (kedua kiri) pada pertandingan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), Jepara, Jawa Tengah, Minggu (17/5/2026). ANTARA FOTO/Nirza/agr/YU

Ia menyebut dukungan penonton tidak hanya memberikan energi tambahan bagi tim tuan rumah, tetapi juga bisa memacu tim tamu untuk tampil lebih baik.

“Saya pikir ketika Anda pergi menonton pertandingan sepak bola, semua pemain profesional, staf, semua orang ingin bermain dengan stadion penuh. Saya rasa itu juga salah satu keunggulan tambahan dari pekerjaan kami,” tuturnya.

Menurut Mauro, atmosfer stadion yang penuh dapat menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan.

“Ketika stadion penuh, saya rasa itu memotivasi semua pihak. Untuk tim yang bermain di kandang dan untuk lawan. Saya rasa ini selalu menjadi kekuatan tambahan,” imbuhnya.

3. Penyelesaian akhir masih jadi PR

Pesepak bola Persijap Jepara Najeeb Yakubu (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Persis Solo Kodai Tanaka (kanan) pada pertandingan BRI Super League 2025-2026 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (13/9/2025). ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/nz

Mauro juga mengevaluasi penampilan Borneo FC pada laga perdana kontra Persija Jakarta. Ia menilai timnya mampu menciptakan lebih banyak peluang, tetapi gagal memaksimalkannya menjadi gol.

Situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi Borneo FC sebelum menghadapi Persijap.

“Saya rasa sudah jelas bahwa di pertandingan sebelumnya kami punya jauh lebih banyak tembakan, jauh lebih banyak peluang dibanding Persija. Sayangnya, kami tidak bisa mencetak gol,” kata Mauro.

Ia juga memberikan apresiasi kepada penjaga gawang Persija yang tampil baik dan mampu menggagalkan sejumlah peluang Borneo FC.

“Ada juga nilai dari kiper Persija yang melakukan banyak penyelamatan,” tambahnya.

Dengan waktu persiapan yang tersisa, Mauro bersama staf pelatih terus mematangkan strategi. Efektivitas di depan gawang menjadi salah satu fokus utama agar peluang yang tercipta tidak kembali terbuang.

Borneo FC pun mengusung target meraih tiga poin di Jepara demi membuka jalan menuju kebangkitan pada awal musim Super League 2026/2027.

Curated For You

Editorial Team

Related Article