Kalteng Tak Cuma soal Alam, Ini 7 Jejak Sejarahnya

- Kalimantan Tengah menawarkan tujuh destinasi sejarah yang merekam jejak Kerajaan Kutaringin, budaya Dayak, serta perkembangan Palangka Raya.
- Istana Kuning, Istana Pangeran Mangkubumi, dan Astana Al Nursari menampilkan peninggalan kerajaan berbahan kayu ulin, koleksi pusaka, serta arsitektur tradisional.
- Betang Toyoi, Museum Kayu Sampit, Tugu Soekarno, dan Museum Balanga menghadirkan sejarah rumah Dayak, kekayaan hutan, simbol kota, serta tradisi masyarakat Dayak.
Kalimantan Tengah tak hanya menawarkan keindahan alam. Provinsi ini juga menyimpan beragam destinasi sejarah yang menarik untuk dikunjungi, mulai dari istana kerajaan, rumah tradisional Dayak, hingga museum dengan koleksi benda-benda bersejarah.
Keunikan sejumlah destinasi tersebut terletak pada bangunannya yang masih mempertahankan arsitektur tradisional berbahan kayu. Selain menjadi tempat wisata, lokasi-lokasi ini juga menawarkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Kalimantan Tengah.
Berikut tujuh destinasi sejarah yang bisa masuk dalam daftar kunjungan saat berada di Kalimantan Tengah.
1. Istana Kuning

Potret Istana Kuning, Kotawaringin Barat (instagram.com/dkatmaja) Istana Kuning merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Kutaringin di Pangkalan Bun. Istana ini didirikan oleh Pangeran Imanudin, Raja Kerajaan Kutaringin ke-9, sekitar 1811-1841.
Istana Kuning merupakan istana kedua setelah Astana Al Nursari. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi bersejarah, seperti benda pusaka, kereta kuda, dan lukisan para raja.
Bagian luar istana juga dihiasi sejumlah meriam. Bangunan ini sempat terbakar pada 1986, sebelum kemudian dibangun kembali dan difungsikan sebagai museum.
Lokasi: Raja, Arut Selatan, Kotawaringin Barat
Jam buka: 09.30-16.00 WIB
Tiket: Rp3.000 untuk pelajar, Rp5.000 untuk umum, dan Rp10.000 untuk wisatawan asing.2. Betang Toyoi

Betang Toyoi (instagram.com/eka.winaritomo) Betang Toyoi merupakan rumah betang khas masyarakat Dayak yang berada di Desa Tumbang Malahoi, Kabupaten Gunung Mas. Bangunan ini dibangun pada 1817-1896 oleh Toyoi Panji.
Rumah panggung tersebut menggunakan kayu ulin dan dibangun tanpa paku. Struktur bangunan disatukan menggunakan pasak dan simpul.
Salah satu keunikan Betang Toyoi terdapat pada ukirannya yang menggambarkan manusia berdiri di atas matahari dengan burung enggang di sekelilingnya. Meski telah berusia ratusan tahun, bangunan ini masih berdiri kokoh dan menjadi salah satu daya tarik wisata sejarah di Kalimantan Tengah.
Lokasi: Tumbang Malahoi, Rungan, Gunung Mas
Jam buka: 08.00-17.00 WIB3. Museum Kayu Sampit

Museum Kayu Sampit (instagram.com/izul_ya) Bagi yang ingin mengenal kekayaan hutan Kalimantan, Museum Kayu Sampit bisa menjadi pilihan. Museum ini menyimpan berbagai koleksi jenis kayu khas Kalimantan, di antaranya kayu ulin, meranti, dan ramin.
Tak hanya koleksi kayu, museum tersebut juga menyimpan berbagai benda bersejarah seperti alat tangkap ikan dan alat komunikasi. Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah tulang paus biru dengan panjang sekitar 20 meter.
Lokasi: Jalan Jenderal S. Parman No. 1, Mentawa Baru, Kotawaringin Timur
Jam buka: 10.00-15.30 WIB4. Istana Pangeran Mangkubumi

Istana Mangkubumi (instagram.com/li_nan_da) Istana Pangeran Adipati Mangkubumi dibangun sekitar 1850 dan dahulu menjadi tempat tinggal Pangeran Adipati Mangkubumi.
Bangunan yang didominasi kayu ulin ini terdiri atas lima bagian, di antaranya rumah induk, gudang, dan taman pemandian.
Arsitektur tradisional serta suasana kawasan yang masih kental dengan nuansa kerajaan menjadikan tempat ini menarik bagi wisatawan yang ingin melihat jejak kehidupan bangsawan pada masa lalu.
Lokasi: Pangkalan Bun, Arut Selatan, Kotawaringin Barat
Jam buka: 08.00-16.00 WIB5. Tugu Soekarno

Tugu Soekarno Palangkaraya (instagram.com/ninabanget) Tugu Soekarno menjadi salah satu penanda penting dalam sejarah pembangunan Kota Palangka Raya. Tugu ini memiliki bentuk segilima yang melambangkan semangat perjuangan.
Selain menjadi salah satu ikon sejarah kota, kawasan di sekitar tugu juga dilengkapi taman. Pengunjung dapat bersantai sekaligus menikmati pemandangan Sungai Kahayan dari kejauhan.
Lokasi: Langkai, Jekan Raya, Palangka Raya
6. Museum Balanga

Museum Balanga (instagram.com/redikaputra_) Museum Balanga menjadi salah satu tempat yang tepat untuk mengenal kebudayaan masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.
Museum yang berdiri sejak 1963 ini menyimpan berbagai koleksi budaya, seperti sumpit, mandau, dan miniatur rumah betang. Koleksi tersebut memberikan gambaran mengenai kehidupan serta tradisi masyarakat Dayak.
Lokasi: Jalan Tjilik Riwut KM 2,5, Jekan Raya, Palangka Raya
Jam buka: 08.00-15.00 WIB
Tiket: Rp4.000 untuk wisatawan lokal dan Rp20.000 untuk wisatawan asing.7. Astana Al Nursari

Astana Al Nursari (instagram.com/christian_ribut) Astana Al Nursari merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Kutaringin yang berada di Kotawaringin Lama. Bangunan ini dahulu menjadi tempat tinggal kerabat kerajaan dan dibangun oleh Sultan Paku Sukma Negara.
Seluruh bangunannya menggunakan kayu ulin dan setiap bagian dihubungkan dengan selasar. Salah satu koleksi yang menarik adalah meriam beranak yang memiliki bentuk khas dan menjadi bagian dari peninggalan sejarah kawasan tersebut.
Lokasi: Waringin Hilir, Kotawaringin Lama
Jam buka: 09.00-17.00 WIB
Tiket: Gratis.Mengunjungi destinasi sejarah di Kalimantan Tengah bukan sekadar menikmati bangunan tua. Setiap lokasi menyimpan cerita tentang kerajaan, masyarakat Dayak, hingga perkembangan kota-kota di provinsi tersebut.
Jarak tempuh yang cukup jauh menuju sejumlah destinasi menjadi bagian dari perjalanan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan budaya Kalimantan Tengah.



















