Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Intip 5 Desa Adat di Kalimantan, Ada Tradisi Dayak yang Bikin Penasaran

Kota Samarinda
Intip 5 Desa Adat di Kalimantan, Ada Tradisi Dayak yang Bikin Penasaran
Dua orang bocah menampilkan seni bela diri suku Dayak Benuaq Tonyoi (Behempas Rotan) saat berlangsungnya Kukar Festival Budaya Nusantara 2025 di depan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Sabtu (19/7/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz
  • Lima desa adat di Kalimantan menawarkan pengalaman mengenal budaya Dayak melalui rumah tradisional, ukiran, kesenian, ritual, dan kehidupan masyarakat lokal yang masih terjaga.
  • Desa Bung Kupu'ak, Lekaq Kidau, Pampang, Pulau Sapi, dan Miau Baru merepresentasikan budaya Dayak Bidayuh, Kenyah, Apokayan, Lundayeh, serta Kayan.
  • Daya tarik utama mencakup Festival Gawia Sowa dan Aco Lundayeh, Rumah Lamin, tradisi cuping telinga, seraung, Gerbang Lekan Maran, serta lumbung padi berornamen tradisional.
  • Lima desa adat di Kalimantan menawarkan pengalaman mengenal warisan Dayak melalui rumah tradisional, ukiran, kesenian, ritual, dan kehidupan masyarakat lokal.
  • Desa Bung Kupu'ak, Lekaq Kidau, dan Pampang menampilkan budaya Dayak Bidayuh serta Kenyah, termasuk festival Gawia Sowa, tradisi cuping telinga panjang, seraung, dan Rumah Lamin.
  • Pulau Sapi dan Miau Baru melestarikan budaya Dayak Lundayeh serta Kayan melalui Festival Aco Lundayeh, rumah berwarna cerah, Gerbang Lekan Maran, dan lumbung padi berornamen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kalimantan tak hanya dikenal karena hutan tropis dan kekayaan alamnya. Pulau ini juga menyimpan warisan budaya yang masih terjaga hingga kini, terutama dari masyarakat Dayak yang tersebar di berbagai wilayah.

Salah satu kekayaan tersebut dapat ditemukan di sejumlah desa adat. Di tempat-tempat ini, wisatawan bisa melihat langsung rumah tradisional, ukiran khas, kesenian, hingga berbagai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tak heran, desa adat di Kalimantan menjadi destinasi menarik bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Dayak lebih dekat sekaligus merasakan kehidupan masyarakat lokal.

Berikut lima desa adat di Kalimantan yang menarik untuk masuk dalam daftar perjalanan:

  1. 1. Desa Bung Kupu'ak

    suku Dayak (IDN Times/Sunariyah)
    suku Dayak (IDN Times/Sunariyah)

    Berada di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Desa Adat Bung Kupu’ak di Kalimantan Barat dihuni masyarakat Dayak Bidayuh. Kawasan ini juga dikenal sebagai Desa Wisata Jagoi Babang.

    Salah satu tradisi yang menjadi daya tarik adalah Gawia Sowa, festival budaya sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat kepada Jubata dan penghormatan kepada leluhur.

    Dalam perayaan tersebut, wisatawan dapat menyaksikan berbagai kesenian tradisional, ritual adat, serta rumah-rumah tradisional yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Dayak Bidayuh.

  2. 2. Desa Lekaq Kidau

    Ketua Dewan Adat Dayak, Kabupaten Penajam Paser Utara, Helena (IDN Times/ Ervan Masbanjar)
    Ketua Dewan Adat Dayak, Kabupaten Penajam Paser Utara, Helena (IDN Times/ Ervan Masbanjar)

    Beranjak ke Kalimantan Timur, ada Desa Adat Lekaq Kidau yang dihuni masyarakat Dayak Kenyah.

    Desa ini menjadi salah satu tempat untuk mengenal lebih dekat tradisi dan kehidupan masyarakat Dayak Kenyah. Salah satunya adalah tradisi memanjangkan cuping telinga yang telah dilakukan sejak usia dini dan secara historis berkaitan dengan identitas serta status sosial masyarakat.

    Selain itu, wisatawan juga dapat mengenal seraung, penutup kepala tradisional berbahan anyaman daun palem yang menjadi salah satu bagian dari identitas budaya Dayak Kenyah.

  3. 3. Desa Pampang

    Desa Budaya Pampang di Samarinda (kaltimprov.go.id)
    Desa Budaya Pampang di Samarinda (kaltimprov.go.id)

    Desa Budaya Pampang merupakan salah satu destinasi budaya yang cukup populer di Kalimantan Timur. Kawasan ini menjadi tempat tinggal masyarakat Dayak Kenyah dan Apokayan.

    Salah satu daya tarik utamanya adalah Rumah Lamin Adat, rumah tradisional khas Dayak yang memiliki ukuran besar dan dihiasi berbagai ukiran khas.

    Ukiran serta ornamen tradisional yang menghiasi bangunan membuat suasana budaya Dayak semakin terasa. Wisatawan juga dapat menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan tradisi masyarakat setempat

  4. 4. Desa Pulau Sapi

    Masyarakat adat Dayak IKN dan sekitarnya  (IDN Times/Ervan)
    Masyarakat adat Dayak IKN dan sekitarnya (IDN Times/Ervan)

    Di Kalimantan Utara, Desa Adat Pulau Sapi menjadi salah satu destinasi untuk mengenal budaya Dayak Lundayeh.

    Keunikan desa ini antara lain terlihat dari rumah-rumah warga yang tampil dengan warna-warna cerah. Selain menawarkan suasana yang menarik untuk dijelajahi, desa ini juga menjadi tempat berlangsungnya Festival Aco Lundayeh.

    Festival tersebut menjadi ajang pertemuan masyarakat Lundayeh dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Berbagai kesenian dan tradisi Lundayeh ditampilkan dalam perhelatan budaya tersebut.

  5. 5. Desa Miau Baru

    Seni adat dan budaya Dayak Kaltim (IDN Times/Ervan)
    Seni adat dan budaya Dayak Kaltim (IDN Times/Ervan)

    Desa Budaya Miau Baru merupakan salah satu kawasan yang masih mempertahankan tradisi masyarakat Dayak Kayan di Kalimantan Timur.

    Salah satu ikon yang dapat ditemui adalah Gerbang Lekan Maran, pintu masuk yang dihiasi ukiran khas Dayak. Di dalam kawasan desa, wisatawan juga dapat melihat lumbung padi dengan ornamen tradisional.

    Kehidupan masyarakat di Miau Baru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat bagaimana seni, tradisi, dan kearifan lokal Dayak tetap hidup dalam keseharian.

    Lima desa tersebut menunjukkan bahwa kekayaan Kalimantan tidak hanya terletak pada alamnya. Warisan budaya masyarakat Dayak yang masih terjaga juga menjadi daya tarik wisata yang menawarkan pengalaman berbeda.

    Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi budaya lokal, desa-desa adat tersebut bisa menjadi pilihan untuk mengenal lebih dekat tradisi dan kehidupan masyarakat Dayak di Kalimantan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More