Ilustrasi Pasar Ramadan (IDNTimes/Wira Sanjiwani)
Bagi masyarakat Pontianak, Bingke memiliki tempat tersendiri dalam berbagai acara. Dalam pesta pernikahan, kue ini kerap disajikan bersama hidangan lainnya sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung lama.
Kehadirannya juga mudah ditemui saat hari raya maupun acara keluarga. Bingke menjadi salah satu sajian yang sering disiapkan untuk tamu di rumah.
Bahkan dalam tradisi bertamu, membawa Bingke bisa menjadi pilihan sederhana untuk buah tangan. Saat Lebaran, kue ini kembali hadir. Begitu pula ketika ingin berbagi dengan tetangga atau kerabat.
Kini, Bingke hadir dengan berbagai varian rasa, mulai dari keju, cokelat, pandan, durian, hingga varian dengan cita rasa kekinian. Meski demikian, bahan dasar Bingke tetap tidak banyak berubah, yakni tepung terigu, santan, telur, dan gula.
Teknik pembuatannya pun masih mempertahankan cara lama yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Dari dapur rumah hingga toko oleh-oleh, Bingke terus bertahan sebagai salah satu kuliner yang melekat dengan identitas Pontianak. Kehadirannya mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi banyak masyarakat, Bingke menjadi bagian dari tradisi dan kenangan yang sulit dipisahkan dari kota tersebut.