Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Belas Kasih vs Rasa Iba: Kenali Perbedaannya dan Jadi Lebih Bijak

ilustrasi wanita sedang menatap (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi wanita sedang menatap (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Samarinda, IDN Times - Belas kasih dan rasa iba sering dianggap sama, padahal keduanya punya makna dan dampak yang berbeda. Kalau kamu nggak paham bedanya, bisa-bisa responsmu terhadap suatu situasi jadi kurang tepat.

Yuk, kita bahas lebih dalam biar kamu bisa lebih bijak dalam berempati dan mendukung orang lain.

1. Belas kasih berfokus pada tindakan, rasa iba hanya pada emosi

ilustrasi pria menggunakan headphone (unsplash.com/Henry Be)
ilustrasi pria menggunakan headphone (unsplash.com/Henry Be)

Belas kasih bikin kamu ingin bertindak nyata untuk membantu orang yang kesulitan. Misalnya, saat melihat teman butuh bantuan, kamu langsung terpanggil untuk menolong. Sebaliknya, rasa iba biasanya hanya berhenti di perasaan kasihan tanpa ada tindakan lebih. Contohnya, merasa sedih melihat pengemis, tapi nggak melakukan apa pun untuk membantu mereka.

2. Belas kasih memberdayakan, rasa iba bisa melemahkan

ilustrasi pasangan yang sedang duduk dalam kereta (pexels.com/Jonathan Borba)
ilustrasi pasangan yang sedang duduk dalam kereta (pexels.com/Jonathan Borba)

Dengan belas kasih, kamu nggak cuma membantu, tapi juga memberi semangat dan motivasi untuk orang yang sedang terpuruk. Sebaliknya, rasa iba malah bisa bikin seseorang merasa dikasihani, yang justru menurunkan harga diri mereka. Alih-alih memberdayakan, rasa iba cenderung melemahkan mental mereka.

3. Belas kasih datang dari pemahaman, rasa iba dari penghakiman

ilustrasi dua wanita sedang berbincang (pexels.com/Christina Morillo)
ilustrasi dua wanita sedang berbincang (pexels.com/Christina Morillo)

Belas kasih muncul dari empati yang tulus—kamu benar-benar memahami perjuangan seseorang tanpa menghakimi. Sementara itu, rasa iba sering disertai pandangan bahwa orang lain lebih rendah atau kurang beruntung dibanding kamu. Akibatnya, rasa iba bisa terasa egois karena lebih fokus ke perasaanmu sendiri.

Belas kasih! Selain bikin hubunganmu dengan orang lain jadi lebih bermakna, belas kasih juga memberdayakan mereka untuk menghadapi masalah dengan lebih percaya diri. Ingat, empati sejati bukan cuma tentang merasakan, tapi juga bertindak untuk kebaikan bersama.

Kamu mau jadi orang yang bikin perbedaan, atau hanya sekadar merasa kasihan? Pilihan ada di tanganmu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us