Banjir Rob Banjarmasin: Drainase Penuh Sampah dan Genangan Air

Banjarmasin, IDN Times - Fenomena banjir rob kembali melanda sejumlah kawasan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Genangan air menghambat aktivitas warga akibat saluran drainase yang tidak berfungsi optimal, sebagian besar tersumbat oleh sampah.
Berbagai lokasi terdampak, termasuk halaman Kampus Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin, perkantoran, hingga jalanan utama seperti Jalan Cendana dan Jalan Brigjen Hasan Basri. Kawasan ini mengalami genangan cukup parah akibat tersumbatnya drainase yang menjadi jalur pembuangan air.
1. PUPR sebut genangan akibat sumbatan sampah

Kepala Bidang Drainase Dinas PUPR Banjarmasin, Lutfi Fadillah, telah mengidentifikasi penyebab utama genangan, terutama di wilayah Banjarmasin Utara.
“Saluran drainase di Jalan Brigjen Hasan Basri merupakan jalur pembuangan utama menuju Sungai Pangeran. Namun, karena tersumbat, air banjir rob tidak dapat mengalir dengan lancar meskipun kondisi sungai sudah surut,” jelas Lutfi, Senin (16/12/2024).
Setelah menemukan titik penyumbatan, tim PUPR segera mengerahkan pasukan turbo untuk membersihkan drainase. Hasilnya, ditemukan banyak sampah plastik dan lumpur yang menumpuk.
Lutfi berharap masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. “Partisipasi warga sangat penting. Jika drainase terus tersumbat sampah, genangan akan sulit diatasi,” tegasnya.
2. Warga jangan buang sampah ke drainase dan sungai

Kepala BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin, menjelaskan bahwa banjir rob kali ini terjadi dalam dua fase besar sepanjang Desember 2024.
“Fase pertama berlangsung pada 4-9 Desember dengan ketinggian air rata-rata 2,8 meter di atas permukaan laut (MdPL). Fase kedua diprediksi lebih tinggi, mencapai 2,9 MdPL, dan berlangsung dari 17-22 Desember,” ungkapnya.
3. Waspada, banjir rob fase kedua

Ia memperingatkan warga di kawasan rendah yang langganan terdampak banjir rob agar meningkatkan kewaspadaan. “Kami imbau warga tetap siaga, terutama pada puncak banjir yang diperkirakan berlangsung selama tiga hari berturut-turut dengan ketinggian maksimal 2,9 MdPL,” katanya.
Dalam penanganan banjir rob ini, Husni meminta kesadaran masyarakat dalam turut serta menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, genangan dan banjir rob akan terus terulang di masa depan tanpa ada kolaborasi dari masyarakat.



















