70 Proyek IKN Berjalan, Basuki Tegaskan K3 dan Kualitas Jadi Prioritas

Nusantara, IDN TImes - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono menegaskan seluruh proyek pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN) mengedepankan kualitas sebagai prioritas utama. Dari total 170 proyek yang telah selesai maupun masih dalam proses pembangunan, seluruhnya dirancang untuk menjamin keselamatan penghuni, efisiensi energi, serta mendukung keberlanjutan ekonomi jangka panjang.
"Kami selalu memperketat penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk meminimalkan risiko kecelakaan. Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, sehingga antisipasi dan kewaspadaan harus menjadi prioritas," kata Basuki dilaporkan Antara di Nusantara, Kamis (16/7/2026).
Basuki menjelaskan percepatan pembangunan terus dilakukan guna mengejar target penyelesaian IKN pada 2028. Namun, seluruh pekerjaan tetap mengacu pada tiga pilar utama pembangunan, yakni kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan.
1. Target penyelesaian proyek IKN tahun 2028

Untuk memastikan setiap proyek berjalan sesuai target, OIKN secara rutin melakukan pemantauan dan evaluasi bersama investor, kementerian dan lembaga, penyedia jasa konstruksi, konsultan konstruksi, serta manajemen konstruksi induk.
Menurut Basuki, pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta investasi swasta.
"Pembangunan yang dibiayai APBN tidak hanya dilaksanakan oleh OIKN, tetapi juga didukung Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman," ujarnya.
Berdasarkan data OIKN, terdapat 40 proyek fisik yang dikelola melalui APBN. Sebanyak sembilan paket telah rampung pada 2025, 15 paket masih dalam tahap konstruksi, dan 16 paket lainnya memasuki tahap persiapan lelang.
Proyek yang masih dikerjakan meliputi pembangunan gedung perkantoran, kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, kolam retensi, hingga jaringan perpipaan air minum sebagai bagian dari sistem layanan dasar perkotaan di IKN.
2. Proyek fisik sedang dilaksanakan OIKN

Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan fisik, terdiri atas 78 paket yang telah selesai dan 12 paket yang masih dibangun. Beberapa proyek strategis yang masih berlangsung di antaranya Jalan Tol IKN, duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta sejumlah jalan pendukung lainnya.
Di sisi lain, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan. Sebanyak 11 paket telah rampung, sedangkan satu paket masih dalam tahap konstruksi, yakni pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi sebagai bagian dari penataan kawasan IKN.
Melalui skema investasi swasta, terdapat 15 proyek yang tengah berjalan. Hingga saat ini, sebanyak 67 pelaku usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS). Dari jumlah tersebut, sembilan proyek telah selesai dibangun, sementara enam proyek masih dalam tahap konstruksi.
3. Proyek pembangunan di IKN yang masih berlangsung

Beberapa proyek swasta yang sedang dikembangkan antara lain Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, kawasan mixed-use milik PT Fajar Maju Karya Gemilang, serta apartemen PT Dian Jaya Indonesia.
Selain itu, melalui skema KPBU terdapat 13 proyek prakarsa yang terdiri atas tujuh proyek sektor hunian dan enam proyek sektor jalan. Dalam waktu dekat, proyek tersebut akan memasuki tahap pembangunan, meliputi 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk serta delapan menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya.
Basuki menegaskan, seluruh pembangunan di IKN akan terus mengedepankan aspek kualitas dan keselamatan agar target penyelesaian pada 2028 dapat tercapai tanpa mengabaikan standar konstruksi dan keberlanjutan lingkungan.



















