Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PMI Muda Asal Sanggau Tersengat Listrik saat Bekerja di Malaysia

PMI Muda Asal Sanggau Tersengat Listrik saat Bekerja di Malaysia
PMI asal Sanggau dilarikan ke RSUD Soedarso Pontianak. (IDN Times/Istimewa).
Share Article

Pontianak, IDN Times - Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Barat (Kalbar) memfasilitasi pemulangan sekaligus memberikan pendampingan kepada seorang Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMI-B).

Donatus Sidik (19 tahun) warga Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalbar yang mengalami kecelakaan kerja akibat tersengat aliran listrik saat bekerja di Serian, Sarawak, Malaysia.

Pemulangan Donatus dilaksanakan berdasarkan Surat Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching tertanggal 14 Juli 2026 tentang Bantuan Pemulangan Seorang WNI/PMI dalam Kondisi Khusus.

1. PMI dibantu saat proses pemulangan

7a8e9a12-fc82-4b87-b239-93a0226de0df.jpeg
Proses pemulangan PMI asal Sanggau. (IDN Times/istimewa).

Langkah ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan pelindungan kepada PMI yang menghadapi situasi darurat di negara penempatan.

Setibanya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong pada 15 Juli 2026, Helpdesk P4MI Sanggau langsung melakukan monitoring dan memberikan pelayanan kepada yang bersangkutan.

Petugas mendampingi seluruh proses pemeriksaan lintas batas (CIQS), melakukan verifikasi identitas, serta memastikan setiap tahapan penerimaan PMI berlangsung aman, tertib, dan sesuai prosedur.

2. Korban dibawa ke RSUD Soedarso

e25d5bc1-c785-48eb-8c93-1cdc5e5b2e79.jpeg
PMI asal Sanggau dilarikan ke RSUD Soedarso Pontianak. (IDN Times/istimewa).

Sebagai tindak lanjut, BP3MI Kalimantan Barat memfasilitasi rujukan medis menggunakan ambulans dari PLBN Entikong menuju RSUD dr. Soedarso Pontianak agar pasien segera memperoleh penanganan kesehatan yang dibutuhkan.

Fasilitasi transportasi rujukan tersebut didukung oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan dan pelindungan kepada PMI.

Selama proses rujukan, Tim Kepulangan dan Rehabilitasi BP3MI Kalimantan Barat terus melakukan pendampingan dan pemantauan hingga pasien tiba dengan selamat di RSUD dr. Soedarso. Pendampingan tersebut tidak berhenti pada proses pemulangan, tetapi berlanjut selama masa perawatan di rumah sakit.

BP3MI Kalimantan Barat secara aktif mendampingi pasien dan keluarganya, berkoordinasi dengan tenaga kesehatan, serta memantau perkembangan kondisi pasien guna memastikan seluruh layanan kesehatan berjalan secara optimal.

Dalam proses perawatan, pembiayaan pelayanan kesehatan pasien menggunakan BPJS Kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

3. BP3MI Kalbar komitmen berikan pelayanan prima

209e0c5e-63a2-4fd7-915a-32c28102924d.jpeg
PMI asal Sanggau tersengat listrik saat bekerja. (IDN Times/istimewa).

Sementara itu, Kepala BP3MI Kalimantan Barat, Kombes Pol. Ahmad Fadlin, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan yang menyeluruh kepada setiap Pekerja Migran Indonesia, khususnya mereka yang mengalami kondisi kedaruratan di negara penempatan.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan dan pendampingan secara menyeluruh, mulai dari proses kepulangan PMI-B di PLBN Entikong, fasilitasi rujukan ke RSUD dr. Soedarso, hingga melakukan monitoring selama proses perawatan kesehatan. Negara harus hadir memastikan setiap PMI memperoleh pelindungan dan pelayanan yang dibutuhkan,” ungkap Fadlin, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, pelindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia merupakan tanggung jawab negara yang diwujudkan melalui sinergi antara Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia beserta unit pelaksananya, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“BP3MI Kalimantan Barat terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, dan berkelanjutan, mulai dari koordinasi pemulangan, penerimaan di pintu masuk negara, fasilitasi rujukan medis, hingga pendampingan selama proses pemulihan,” paparnya.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan setiap Pekerja Migran Indonesia memperoleh pelindungan yang optimal, baik saat bekerja di luar negeri maupun ketika menghadapi kondisi darurat hingga kembali ke tanah air.

Share Article
Editorial Team

Latest News Kalimantan Timur

See More