Ketua BEM FEBI UIN Antasari Banjarmasin Husein Fakhrezi menyatakan keprihatinannya terhadap masalah sosial yang belum terselesaikan. Menurutnya, sebagai pemuda, mereka perlu bersikap kritis dan aktif menyuarakan kebenaran.
Ia berpendapat bahwa kemajuan teknologi saat ini justru memudahkan dalam menggali informasi. Gerakan mahasiswa Gen Z menunjukkan dinamika menarik, dengan karakter yang lebih melek teknologi dan sosial. Mereka cenderung berpikir kritis, tidak mudah percaya, dan memiliki semangat kolaboratif yang kuat.
Namun, realitas menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa terbagi dalam berbagai elemen dengan latar belakang beragam, seperti organisasi kampus, komunitas independen, atau gerakan sosial. Perbedaan ideologi dan visi sering kali membuat gerakan ini terlihat terpecah. Meski demikian, ketika menghadapi isu besar yang merugikan masyarakat, berbagai elemen ini mampu bersatu. Contohnya, gerakan #ReformasiDikorupsi dan aksi menolak Omnibus Law berhasil menyatukan mahasiswa dari latar belakang berbeda, menunjukkan bahwa mereka dapat solid saat ada tujuan jelas yang menyentuh kepentingan masyarakat luas.
“Tren gerakan mahasiswa kini tidak hanya terbatas pada aksi massa di jalan, tetapi juga aktif memanfaatkan platform digital seperti media sosial, petisi online, dan ruang diskusi virtual. Media sosial menjadi alat utama untuk kampanye isu-isu seperti lingkungan, hak-hak sipil, ketidakadilan ekonomi, dan pelanggaran hukum,” ujar Husein.