Kawasan tanpa rokok di Puskesmas Karang Mekar Banjarmasin.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dr Tabiun Huda, menyampaikan bahwa pihaknya menggandeng Indonesian Tobacco Control Research Network (ITCRN) bersama dengan Universitas Lambung Mangkurat. Kolaborasi ini akan membawa kekuatan tambahan dalam pengembangan kebijakan dan implementasi strategi pencegahan dan pengendalian merokok di Kota Banjarmasin.
Berdasarkan data SKI 2023 menunjukkan bahwa kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak (56,5%), diikuti usia 10-14 tahun (18,4%).
Jika di usia remaja telah menjadi perokok aktif maka peluang tetap merokok sampai lanjut usia tentu akan bertambah besar dan sulit untuk berhenti merokok.
Berdasarkan hasil pemantauan IPS rokok oleh Forum Anak Kota Banjarmasin pada titik penjualan merk rokok yang banyak beriklan/promosi 85% berada dipinggir jalan, 10% disekitar sekolah, 55% dalam bentuk iklan sticker, dan 20% display rokok.
"Angka ini menunjukkan bahwa kita masih memiliki pekerjaan rumah yang besar dalam upaya mengurangi kebiasaan merokok di kalangan masyarakat," ucapnya.