Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sejumlah kapal tongkang melintasi Sungai Mahakam usai mengirim batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (18/1/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa
  • Nilai ekspor Kaltim pada September 2026 mencapai 2,02 miliar dolar AS, naik 7,51 persen secara bulanan dan 20,50 persen dibandingkan September 2025.
  • Kenaikan ekspor ditopang pertumbuhan migas 37,18 persen dan nonmigas 6,08 persen, seiring kenaikan harga batu bara, minyak dunia, serta pupuk urea.
  • Permintaan batu bara dari India, Vietnam, dan Jepang serta minyak sawit di India dan Malaysia menguat; bahan bakar mineral mendominasi 74,13 persen ekspor nonmigas Kaltim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Samarinda, IDN Times - Nilai ekspor Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 2,02 miliar dolar AS pada September 2026. Angka tersebut meningkat 7,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 1,88 miliar dolar AS.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Mas'ud Rifai, mengatakan peningkatan nilai ekspor tersebut ditopang kenaikan ekspor minyak dan gas bumi (migas) maupun nonmigas.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor migas meningkat 37,18 persen, sedangkan ekspor nonmigas naik 6,08 persen dibandingkan Agustus 2026.

" Dibanding September tahun lalu, nilai ekspor juga mengalami kenaikan signifikan, yaitu 20,50 persen, dari 1,67 miliar dolar AS menjadi 2,02 miliar dolar AS," ujar Mas'ud dilaporkan Antara di Samarinda, Rabu (5/11/2026).

1. Kenaikan harga komoditas di pasar global

Terminal Peti Kemas Kariangau (TPK) menjadi salah satu pelabuhan ekspor di Kaltim. (Dok. PT KKT)

Menurutnya, kenaikan harga sejumlah komoditas di pasar global menjadi salah satu faktor pendorong positifnya kinerja ekspor Kaltim.

Harga batu bara acuan Newcastle pada September 2026 tercatat sebesar 143 dolar AS per ton. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata Agustus 2026 yang mencapai 130,67 dolar AS per ton.

Kenaikan juga terjadi pada harga minyak dunia. Rata-rata harga minyak meningkat dari 90,9 dolar AS per barel pada September 2025 menjadi 116,8 dolar AS per barel pada September 2026.

Sementara itu, harga pupuk urea dunia naik 4,49 persen, dari 390 dolar AS menjadi 407,5 dolar AS per ton pada periode yang sama.

Selain faktor harga, peningkatan permintaan dari sejumlah negara mitra dagang turut menopang ekspor Kaltim.

2. Ekspor batu bara Kaltim ke luar negeri

Sejumlah kapal tongkang melintasi Sungai Mahakam usai mengirim batu bara di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (18/1/2025). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa

Mas'ud mencontohkan, impor batu bara India pada September 2026 meningkat 4,9 persen menjadi 6,4 juta ton. Pada periode tersebut, pasokan batu bara dari Indonesia ke India juga naik dari 0,1 juta ton menjadi 0,2 juta ton.

Permintaan dari Vietnam juga menunjukkan tren positif. Secara kumulatif hingga pertengahan Oktober 2026, impor batu bara negara tersebut melampaui 60 juta ton atau tumbuh 11,2 persen secara tahunan. Kondisi ini turut mendorong pasokan batu bara dari Indonesia meningkat 15,7 persen.

Jepang juga mencatat kenaikan impor batu bara sebesar 12,3 persen pada September 2026.

3. Komoditas kelapa sawit turut menguat

Pekerja di perkebunan kelapa sawit sedang memanen buah sawit, untuk diproses lebih lanjut dikirim ke pabrik kelapa sawit, Kalimantan Timur, 13 Maret 2019.

Selain batu bara, permintaan terhadap komoditas kelapa sawit turut menguat. Impor minyak sawit India meningkat 4,5 persen secara bulanan dan 15,6 persen secara tahunan menjadi 817.884 ton. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dalam tujuh bulan terakhir.

Malaysia juga mencatat peningkatan impor minyak sawit sebesar 17,25 persen pada September 2026.

Dari sisi komoditas unggulan, golongan bahan bakar mineral masih mendominasi ekspor nonmigas Kaltim dengan kontribusi mencapai 74,13 persen.

Selain itu, nilai ekspor golongan lemak dan minyak nabati beserta produk turunannya juga mengalami peningkatan sebesar 18,24 persen.

Curated For You

Editorial Team

Related Article