Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Patroli pengamanan kebakaran hutan dan lahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibukota Nusantara, Selasa (15/9/2026). Foto IKN
  • Basarnas mengerahkan enam penyelam dari Kantor SAR Palangka Raya untuk membantu evakuasi kru helikopter MI-17V5 TNI AD yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Seruyan.
  • Helikopter Puspenerbad berangkat dari Kuala Pembuang untuk misi pemadaman karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting, lalu jatuh saat mengambil air untuk water bombing.
  • Satu kru ditemukan meninggal dan telah dibawa ke RS Kuala Pembuang, sedangkan lima kru selamat dirawat di rumah sakit yang sama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Seruyan, IDN Times - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan enam personel penyelam untuk membantu proses evakuasi kru helikopter MI-17V5 milik TNI Angkatan Darat (AD) yang jatuh di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan, enam penyelam dari Kantor SAR Palangka Raya telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk bergabung dengan tim evakuasi yang disiapkan TNI AD.

"Tim sudah berangkat, kemungkinan sekarang sudah di lokasi. Ada enam penyelam sudah kita kerahkan," kata Edy dikutip dari Antara di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

1. Memaksimalkan personel penyelam

Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Brigjen TNI (Mar) Edy Prakoso (IDN Times/Istimewa)

Menurutnya, Basarnas terlebih dahulu memaksimalkan personel penyelam yang tersedia di Kantor SAR Palangka Raya. Sementara itu, tim penyelam Basarnas Special Group (BSG) di Jakarta juga disiagakan untuk dikerahkan apabila diperlukan.

"Kami memaksimalkan penyelam yang dari Kantor SAR Palangka Raya dulu. Penyelam Basarnas Special Group (BSG) di Jakarta juga ready, siap digerakkan sewaktu-waktu," ujarnya.

Berdasarkan siaran pers resmi TNI AD yang diterima, kecelakaan helikopter MI-17V5 milik Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) tersebut terjadi sekitar pukul 11.18 WIB.

2. Kejadian nahas menimpa helikopter TNI AD

Pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan IKN dengan water booming pesawat helikopter TNI AU, Kamis (3/9/2026). Foto OIKN

Helikopter sebelumnya lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB untuk menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Namun, saat melakukan pengambilan air di perairan Desa Sungai Perlu untuk operasi water bombing, helikopter mengalami kendala saat terbang hingga akhirnya jatuh ke sungai.

Sesaat setelah kejadian, TNI AD langsung mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi kru melalui jalur udara.

3. Satu korban meninggal dunia sudah dievakuasi

https://www.inews.id/regional/kalteng/karhutla-kembali-menyala-di-sampit-asap-tebal-ganggu-aktivitas-warga

Dalam perkembangan penanganan korban, satu kru helikopter ditemukan meninggal dunia. Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang. Sementara itu, lima kru lainnya berhasil diselamatkan dan menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.

Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai proses evakuasi badan helikopter yang jatuh di perairan tersebut.

Curated For You

Editorial Team

Related Article